
TREN angka pertambahan paparan harian Covid-19 secara nasional terus turun, walau pun khusus di ibukota dan sekitarnya perlu iantisipasi dan terus diwaspadai agar tidak terjadi lonjakan kasus baru.
Masalahnya, dengan status PPKM Level 1 yang disandangnya saat ini, termask dengan dibukanya Kawasan wisata dan hiburan, ditambah lagi dengan libur pergantian tahun nanti membuat kerumunan susah dicegah.
Yang perlu ditekankan, agar pengelola tempat wisata, pusat-pusat kuliner dan perbelanjaan tetap mematuhi dan memperhatikan prokes, tidak jor-joran menampung seluruh pengunjung demi mengejar omzet atau pemasukan.
Hal itu juga diingatkan oleh Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah yang menyebutkan, sekali pelonggaran prokes diberlakukan, susah untuk diperketat lagi sehingga upaya lain ialah mempercepat perluasan vaksinasi.
Sebagai contoh, Staf Humas TM Ragunan, Jakarta Bambang Wahyudi mengemukakan, sejak DKI Jakarta berada pada PPKM Level 1, jumlah pengunjung bonbin itu bisa ditingkatkan dari 25 persen ke 75 persen atau dari 15.000 ke 45.000 orang.
Namun demikian, agar lebih aman, pengunjung dibatasai hanya sampai 30.000 orang yang sebelumnya sudah mendaftar secara daring dan dipersyaratkan sudah divaksinasi bagi dewasa sampai lansia.
Selain itu, lanjutnya, 600 anggota sekuriti TM Ragunan juga terus berkeliling untuk mengawasi agar pengunjung tidak berkerumun, ditambah dengan disediakannnya tempat duduk berbentuk lingkaran untuk menampung sampai delapan orang sekeluarga.
Sebaliknya, pengawasan di komuter KRL Jabodetabek juga tampak lebih longgar, di Stasiun Depok Baru, Senin sore (15/11) misalnya, tidak ada lagi pemeriksaan kartu vaksin atau tes suhu dengan thermo gun, walau petugas menegur mereka yang tidak memakai masker.
Selain euphoria massa akibat pembukaan tempat-tempat wisata, hiburan dan pusat-pusat keramaian lainnya, ancaman varian virus baru corona AY 4.2 yang sudah terdeteksi di Singapura dan Malaysia tetap harus diwaspadai.
DKI Jakarta menyumbang kasus terbanyak paparan Covid-19 pada 14 Nov. yakni 92 kasus dari total 339 kasus disusul Jawa Tengah 30 kasus dan Jawa Timur 28 kasus. Total jumlah orang terapar secara nasional 4.250,855 kasus dan yang meninggal 143.659 kasus.
Angka pertambahan harian nasional pada 14 Nov. yakni 339 kasus sudah jauh menurun dibandingkan saat puncak pandemi yakni 16.757 kasus pada 15 Juli, begitu pula kematian menjadi 15 orang dibandingkan 2.609 kematian pada 27 juli.
Perhatian pada kasus Covid-19 di Jakarta dan sekitarnya bisa dipahami mengingat ibukota selain sebagai barometer Indonesia, juga tingginya mobilitas dan kepadatan penduduknya sehingga lonjakan angka Covid-19 di wilayah itu juga dicemaskan bakal menyebar ke tempat lain.
Tetap patuhi prokes 3M, tingkatkan testing dan tracing, perluas cakupan vaksinasi serta awasi terus varian baru terutama AY 4.2.




