
PASUKAN Beruang Merah Rusia yang saat ini sudah bersiap-siap di tapal batas negara tetangganya, Ukraina diprediksi bakal melancarkan serangan pertengahan Februari ini.
Dua pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya, diberitakan Reuters, Minggu (6/2) mengungkapkan, saat ini Rusia sudah menyiapkan 70 persen kekuatan tempur yang dibutuhkan untuk melancarkan operasi skala penuh ke Ukaina.
Rusia, lanjut pejabat AS itu, telah menempatkan lebih banyak satuan taktis dari 60 batalion menjadi 80 batalion (4/2), sementara 14 batalion lainnya dalam perjalanan.
Namun mengenai prediksi mereka, kemungkinan hari “H” serangan akan dlancarkan pada pertengahan Februari, kedua pejabat AS tersebut tidak merincinya lebih jauh.
Sebaliknya, pihak Rusia di berbagai kesempatan bersikeras mengaku tak merencanakan invasi, meski sudah menempatkan lebih dari 100.000 tentara di dekat perbatasan.
Namun secara tersirat, Rusia mengatakan, aksi militer dimungkinkan jika keamanan wilayahnya terancam. Sengketa antara dua negara bertetangga bekas sempalan Uni Soviet itu terjadi sehubungan dengan rencana Ukraina bergabung ke NATO.
Bagi Rusia, bertambah banyak negara sempalan eks- Soviet dan negara-negara di Eropa Tengah dan Eropa Timur yang bergabung ke NATO tentu saja dianggap mengancam kedaulatannya.
Sementara pejabat AS tersebut juga memperkirakan, dengan kekuatan mesin perang raksasa yang dimilikinya, jika Rusia melakukan invasi langsung ke ibu kota Ukraina, Kiev, dalam hitungan hari bakal jatuh.
Namun koban jiwa cukup besar yakni sekitar 5.000 sampai 10.000 tentara Ukraina, sementara di pihak Rusia antara 2.500 sampai 5.000 pasukannya, belum lagi sekitar 25.000 sampai 50.000 warga sipil yang bakal tewas terjebak di tengah pertempuran.
Persiapan perang telah dilakukan kedua belah pihak, misalnya Rusia dan tetangganya Belarus yang menggelar dua tahap latgab (2 – 9 Feb.) dan (10 – 20 Feb) untuk menguji doktrin militer mereka.
Sebaliknya, tentara Ukraina juga menggelar latihan perang kota di Chernobyl baru baru ini, sementara AS yang berada di belakang Ukraina, berencana menyebarkan 15.000 angota pasukannya di negara Eropa Timur, termasuk 1.700-an yang baru tiba di Polandia selatan, dekat perbatasan dengan Ukraina, Jumat lalu (4/2)
Ukraina Kalah Jauh
Dari sisi anggaran pertahanan saja, Ukraina kalah jauh, berada di urutan ke-26 dengan nilai sekitar 5,4 milyar dollar AS (atau sekitar Rp 75,6 triliun), sebaliknya Rusia di ranking ke-2 setelah AS yakni 69,3 milyar dollar AS (sekitar Rp970 triliun).
AB Rusia berkekuatan dua juta personil tetap, sementara kekuatan konvensional matra daratnya a.l. memiliki 12.000 tank tempur utama, 9.000-an pucuk artileri da 27.000 kendaraan lapis baja.
AL Rusia mengoperasikan sekitar 400 kapal perang a.l. satu kapal induk, 12 destroyer, 11 fregat dan 80-an korvet serta 70 kapal selam termasuk bertenaga nuklir, sedangkan AU-nya memilik lebih 1.500 pesawat seperti Sukhoi SU-57, SU-35, MiG-29, pembom seri Tupolev dan 359 helikopter.
Sementara AB Ukraina berkekuatan sekitar 875.000 personil, matra daratnya didukung 1.150 tank peninggalan Uni Soviet seperti T-84, T-80, T-72 dan T-62.
Sedangkan matra udara Ukraina mengandalkan sekitar 231 pesawat,Sebagian besar peninggalan Soviet seperti pesawat tempur Sukhoi SU-27, SU-25 dan SU-24, MiG-29 dan 139 helikopter.
AL Ukraina hanya memiliki satu korvet dan belasan kapal patroli. Matra Laut Ukraina nyaris lumpuh setelah armada Rusia yang berada di pangkalan Svestovol ditarik pulang ke negaranya.
Sangat disayangkan, jika perang benar-benar pecah dan ribuan nyawa terenggut sia-sia di era now ini. (AP/Reuters/NS)




