
MASIH terlalu dini rasanya, jika ada pihak yang menganggap puncak pandemi Covid-19 saat ini sudah terlampaui walau dalam beberapa hari terakhir ini terjadi tren penurunan angka kasus terkonfirmasi harian.
Setelah memecahkan rekor gelombang kedua puncak penyebaran harian sebanyak 56.757 kasus (15 Juli 2021) yakni pada 15 Feb. 2022 dengan 57.049 kasus dan hari berikutnya (16/2) 64.718 kasus, terjadi penurunan empat hari berturut-turut.
Tercatat angka penambahan penyebaran harian 63.956 kasus (17/2), lalu 59.635 kasus (18/2), 59.384 kasus (19/2), 48.484 kasus (20/2) Â dan 34.418 kasus (21/2) walau naik lagi 57.491 kasus (22/2).
Sementara Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes yang juga Jubir Satgas Covid-19 dr. Siti Nadia Tarmizi (22/2) membenarkan, dalam seminggu terakhir ini terjadi penurunan angka terkonfirmasi Covid-19.
Namun ia berharap agar orang tidak buru-buru menganggap puncak penyebaran Covid-19 sudah terlampaui, harus menunggu perkembangan sampai minggu keempat Februari.
Keterisian tempat tidur rumah sakit (BOR) atau fasyankes secara nasional, menurut Nadia, juga sudah cukup rendah yakni sekitar 38 persen kapasitas bed (98.661), ruang isolasi 39 persen (34.841 dari 88.872) dan ruang ICU 32 persen (2.807 darai 8.798).
Euforia berlebihan memang tidak perlu, apalagi, berdasarkan pengalaman menghadapi gelombang kedua Covid-19 yang didominasi virus varian Delta yang puncaknya terjadi Juli 2021.
Setelah jumlah paparan harian tertinggi dilewati, 56.757 kasus (15/7) ) dan yang meninggal 2.069 orang (27/7) , pemerintah melakukan pelonggaran PPKM dalam upaya menggerakkan kembali roda-roda ekonomi.
Di lain pihak, publik yang sudah bosan mobilitasnya dibatasi, mulai bersikap euforia, berkerumun dan ramai-ramai melakukan perjalanan atau meningkatkan mobilitas.
Akibatnya, dengan cepat, varian baru Omicron yang beberapa kali lipat lebih menular dibandingkan varian Delta walau fatalitasnya lebih rendah, mulai mendominasi paparan Covid-19.
Covid-19 belum berakhir, masih mungkin angkanya melonjak lagi, baik akibat pengabaian prokes atau bisa saja muncul varian atau sub varian baru yang lebih ganas.
Tetap waspada, patuhi prokes!




