TEXAS – Banjir yang melanda Texas telah merenggut nyawa seorang nenek dan empat cucunya meninggal setelah sempat melarikan dari rumahnya yang terendam air hingga setinggi atap.
“Mereka berhasil keluar tapi kemudian hanyut,” kata Kapten James Muniz, seorang polisi Palestine, Texas, seperti dikutip dari Reuteurs. Ia menambahkan bahwa jasad mereka ditemukan saat itu juga.
Banjir terjadi karena adanya badai tornado, hujan lebat dan hujan es yang melanda beberapa negara bagian tengah Amerika, pada Sabtu (30/4/2016).
Mereka yang tewas diidentifikasi sebagai Jamonicka Johnson (6), Von Johnson Jr.(7), Devonte Asberry (8), Venetia Asberry (9) dan Lenda Asberry (64) menurut data pemerintah kota.
Polisi Palestine membawa jenazah mereka ke Tyler, Texas, untuk autopsi. Sementara itu seorang pria berusia sekitar 30 tahun masih hilang di tempat lain di Anderson County menurut kantor sherif.
Pejabat kota setempat menyatakan jika saat ini pemerintah kota sudah membangun tempat penampungan, tetapi kota tersebut diguyur hujan dengan intensitas 19 centimeter dalam kurang dari satu jam yang akhirnya menyebabkan banjir.
“Saya tidak ingat pernah melihat air sebanyak ini naik dengan sangat cepat dan dalam waktu yang sangat singkat,” kata Wali Kota Palestine Bob Herrington
Badan Cuaca Nasional memperluas pemantauan banjir dari bagian timur Texas sampai ke sebagian besar Mississippi dan memantau hujan badai untuk daerah New Orleans dan bagian selatan daerah Louisiana.
“Hujan badai kuat sampai parah hari ini diperkirakan terjadi hari ini sampai petang nanti di bagian bawah Mississippi Valley, Tennessee Valley, Ozarks dan Ohio Valley,” katanya.
Sementara itu angin kuat di daerah Houston menumbangkan pepohonan dan mematikan listrik. Pukul 10.30 waktu setempat, lebih dari 4.200 pelanggan di daerah itu tak dapat menggunakan listrik menurut laporan CenterPoint Energy.





