JAKARTA – 10 WNI anak buah kapal yang telah bebas dari penyanderaan kelompok teroris pimpinan Abu Sayyaf, di Filipina selatan, telah mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 23.30 WIB, Minggu.
Ini mengakhiri 36 hari penyergapan mereka di laut perairan Filipina selatan, berujung pada penyanderaan mereka. Kelompok penculik menuntut tebusan Rp14 miliar atau mereka dibunuh.
Sebelumnya, secara terpisah, Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam pesan singkatnya kepada wartawan, di Jakarta, Minggu, menyebutkan hal itu.
“Pesawat yang membawa 10 ABK WNI diperkirakan mendarat pukul 23.10 WIB di Halim Perdanakusuma,” sebut Machmudin.





