Somethinc Gandeng Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Modal untuk Difabel

JAKARTA – Salah satu perusahaan ternama di Indonesia yang bergerak di bidang kecantikan yaitu PT. Royal Pesona Indonesia (Somethinc) menggandeng Dompet Dhuafa untuk menggulirkan  program bantuan permodalan untuk para difabel.

Sebanyak 25 disabilitas mandiri yang ada di wilayah Jabodetabek menjadi penerima manfaat dalam program yang bergulir sejak 8 hingga 26 Januari 2022 lalu.

Salah satu disabilitas mandiri penerima manfaat dari Somethinc adalah Andriansyah (29) yang tinggal di bilangan Cibinong, Kabupaten Bogor. Setelah mengalami kecelakaan kerja tersengat arus listrik Andriansyah harus menerima kenyataan kedua tangannya diamputasi.

Bukan hal yang mudah baginya untuk bangkit kembali, bahkan ditahun-tahun pertama dirinya hampir melakukan bunuh diri dengan meminum racun. Namun, kuatnya kasih sayang dari keluarga terutama sang adik yang terus memberikan motivasi, kini Andriansyah mampu bangkit dari keterpurukannya.

Bersama sang istri Badriah (30) yang juga seorang penyandang disabilitas, Andriansyah kini bangkit dengan membangun usaha laundry dengan modal seadanya.

“Saya sekeluarga sangat berterima kasih kepada PT Royal Pesona Indonesia (Somethinc) dan Dompet Dhuafa karena sudah memberikan bantuan untuk meningkatkan usaha saya. Di sisi lain saya juga berharap agar program bantuan usaha ini akan terus berlangsung kepada disabilitas lainnya. Tanpa kita sadari, adanya bantuan seperti ini akan membangkitkan kembali semangat para disabilitas untuk bangkit dan mandiri menjalani hidup sehari-hari,” ungkap Andriansyah.

Selain Andriansyah, ada juga Juned seorang pengemudi ojek daring penyandang disabilitas asal Karawang yang mengadu nasib di Kota Depok. Walaupun dengan kondisi fisiknya yang kurang sempurna akibat terserang polio saat kecil, Juned tidak patah arang untuk terus berjuang untuk menghidupi istri dan 3 (tiga) orang anak di Karawang.

Sebelumnya, Juned merupakan seorang pedagang kacang godog (kacang tanah rebus) bahkan semenjak ia lulus sekolah di tahun 2004. Namun, usahanya tersebut harus terhenti akibat gerobak miliknya sudah rapuh tergerus cuaca dan roda yang berkarat. Namun kini dia memiliki gerobak dorong baru sebagai modal berjualan kacang godog.

“Kebaikan Allah datang tidak terduga dan momennya tepat. Berkat bantuan ini insha Allah saya bisa jualan kacang lagi. Jadi, motor bisa saya taruh di kampung, digunakan istri untuk antar anak yang mau sekolah,” ungkap Juned, dikutip dari dompetdhuafa.org.

 

Advertisement