PRESIDEN Joko Widodo mengumumkan, warga sudah boleh untuk tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan atau kegiatan di ruang terbuka seiring dengan makin menurunnya tren penyebaran Covid-19 akhir-akhir ini.
“Namun masker harus tetap dikenakan untuk kegiatan di ruang tertutup dan transport publik, “ kata presiden (18/5) seraya menambahkan, kebijakan pelonggaran diambil pemerintah setelah penanganan pandemi semakin terkendali.
Menurut catatan, tren penyebaran Covid-19 dan angka kematian akibat penyakit yang ditimbulkan virus corona tersebut terus turun sejak pertengahan Maret lalu.
Angka pertambahan harian, Kamis (18/5) tercatat 247 kasus, jauh di bawah puncak serangan varian Omicron pada 16 Februari lalu (64.718 kasus), begitu pula angka kematian (17 orang) jauh di bawah puncak pada serangan varian Delta pada 27 Juli,’21 (2.069 kasus).
Namun pernyataan presiden tersebut, sebaiknya diikuti penjelasan lebih teknis dan detil oleh Menkes atau Satgas Covid-19 agar orang tidak langsung euforia melepas masker.
Mengenakan masker di ruang publik mestinya lebih aman, tidak saja dari paparan Covid-19, tetapi dari virus-virus lain melalui airborne (udara) seperti droplet atau cairan saata bersin atau batuk.
Menurut catatan penulis, walau belum ada kajiannya, di tengah pandemi Covid-19 yang merebak sejak terdeteksi pertama kali di kota Wuhan, pertengahan Dsember 2019, banyak orang yang tidak terjangkit flu.
“Iya, saya biasanya terkena flu tiga atau empat kali dalam setahun, tetapi di tengah pandemi gak pernah, “ demikian jawaban sejumlah orang yang penulis tanyakan, seperti yang dialami penulis sendiri.
Mungkin penyebabnya, karena terus mengenakan masker di ruang publik untuk menghindari dari paparan Covid-19, otomatis virus flu juga bisa dihindari.
Tetap kenakan masker dan patuhi prokes 3M atau lakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)!




