Media Asing Soroti Pemecatan Kepala BGN

Ketua BGN Dadan Hindayana dicopot, digantikan wakilnya, Nani Deyang. Ilustrasi keracunan MBG (foto: ANTARA)

MEDIA asing cawe-cawe memberitakan pemecatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana selaku pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari jabatannya oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Media Malaysia New Straits Times, The Star, Free Malaysia Today dan media dari Inggris BBC ikut menurunkan tulisannya pencopotan Dadan Hindayana dari Kepala BGN, pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Media Malaysia New Straits Times (NST) memberitakan pencopotan itu dengan judul lugas: “Prabowo removes head of free meals agency over governance concerns.”

“Presiden Indonesia Prabowo Subianto memecat kepala BGN yang mengelola program unggulannya, yaitu pemberian MBG di sekolah senilai 20 miliar dolar AS (Rp356 triliun), kata seorang pejabat, dengan alasan masalah tata kelola dan kualitas makanan,” demikian laporan dari NST.

“Keputusan untuk memecat Dadan Hindayana diambil setelah evaluasi kinerja badan tersebut, kata Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi kepada wartawan pada Selasa malam.”

NST kemudian menggarisbawahi kekhawatiran investor tentang dampak pengeluaran Prabowo terhadap anggaran negara untuk proyek-proyek kesejahteraan besar, termasuk program makan siang gratis.

“Pemerintah berencana menghabiskan 268 triliun rupiah (US$15 miliar) untuk program tersebut tahun ini, lebih rendah dari alokasi awal sebesar 335 triliun rupiah,” lanjut NST.

sorotan The Star
Media Malaysia lainnya, The Star, juga memberitakan pencopotan Dadan oleh Prabowo. Sejumlah masalah pelaksanaan MBG juga tak luput dari sorotan The Star.

“Skema miliaran dolar yang sangat digembar-gemborkan itu adalah kebijakan unggulan kampanye pemilihan Prabowo tahun 2024,” tulis The Star.

“Pemerintah mengatakan telah menyediakan makanan kepada lebih dari 61 juta orang hingga Maret, tetapi puluhan ribu orang jatuh sakit sejak program tersebut diluncurkan pada Januari tahun lalu.”

Sementara Free Malaysia Today juga menurunkan laporan tentang pemecatan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Media Malaysia itu menyebutkan alasan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi atas pencopotan Dadan.

“Dia (Prasetyo) mengatakan bahwa lembaga tersebut telah gagal menerapkan tata kelola dan kontrol kebersihan yang semestinya sesuai dengan persyaratan program,” tulis Free Malaysia Today.

Sedangkan Kantor berita Kerajaan Inggris BBC juga ikut memberitakan pencopotan Dadan sebagai kepala BGN.

“Pemecatan Dadan Hindayana, seorang ahli entomologi, terjadi seminggu setelah lembaga pengawas korupsi Indonesia menyampaikan laporan tentang berbagai keganjikan dalam penganggaran di berbagai dapur,” tulis BBC.

“Prabowo sendiri dikritik tajam oleh berbagai kalangan terkait program tersebut, yang biayanya yang besar di saat Indonesia sedang bergulat dengan surplus perdagangan yang menyusut dan melemahnya nilai tukar rupiah”

Sementara itu, Kejaksaan Agung (Kejagung) dikabarkan melakukan penggeledahan di kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6), setelah pencopotan jabatan Dadan. Sejumlah karyawan BGN terlihat menunggu di luar area kantor saat penggeledahan berlangsung pada jam kerja.

Para pegawai yang telah tiba di lokasi diminta turun dan menunggu di luar gedung sambil menantikan arahan lebih lanjut, sementara mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)

Dadan Hindayana saat ini dikabarkan telah berada di gedung Kejaksaan Agung.
Diduga penggeledahan di kantor BGN terkait tata kelola BGN di era Kepemimpinan Dadan Hindayana.

Sebagai pengganti Dadan, diangkat Nani Deang, tim sukses Prabowo pada Pemilu lalu yang semula menjabat wakil kepala BGN.

Pengangkatan Nani, mantan wartawati jebolan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto dan Magister Ilmu Kehutanan UGM direspons skeptis oleh kalangan pers, bahwa di tangannya MBG bakal lebih baik.

“Sami mawon, alias sama saja, ” demikian komentar sejumlah wartawan senior.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here