HEBRON – Jurnalis Palestina tewas ditembak mati pasukan Israel pada hari pertamanya bekerja di sebuah radio di Palestina, di di kamp pengungsi Al-Arroub di utara Hebron, Rabu (1/6/2022).
Ghufran Warasneh ditembak di pintu masuk kamp pada Rabu pagi, dan sempat dibawa ke rumah sakit Ahli di Hebron, namun nyawanya tidak tertolong.
“Warasneh ditembak di dada, sangat dekat dengan jantungnya,” kata juru bicara rumah sakit Ahli, dilansir dari The New Arab, Kamis (2/6/2022).
Ditambahkannya, Warasneh kehilangan banyak darah sehingga menyebabkan nyawanya tidak dapat diselamatkan.
“Dia telah kehilangan terlalu banyak darah dan jantungnya telah berhenti,” kata dia.
Direktur dan produser program di Dream Radio di Hebron Talab Jaabari mengatakan Warasneh Ghufran telah melamar pekerjaan sebagai presenter berita di radio sejak dua minggu lalu. Dia telah menjalani beberapa tes kualifikasi dan dipekerjakan untuk pertama kali pada Rabu kemarin.
“Kami menunggu dia menjadi yang pertama mengudara sebagai suara baru kami, tetapi kami malah menerima berita pembunuhannya,” ungkap Jaabari.
Namun Media Israel melaporkan Warasneh memegang pisau dan mencoba menusuk tentara Israel, tanpa memberikan bukti yang membuat keluarga dan rekan-rekannya membantah klaim Israel tersebut.





