Misi Perdamaian Jokowi

Presiden Jokowi, Rabu malam (29/6) menuju Kyiv dengan KA dari Polandia untuk mengemban misi perdamaian sesuai amanat UUD '45 dan kedudukan RI selaku presidensi G20. (Foto: kiri Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Joko Widodo, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky)

Presiden Joko Widodo usai mengikuti KTT G7 di Munich, Jerman, Rabu pukul 20.00 waktu setempat, memulai lawatan membawa misi perdamaian ke wilayah konflik, Ukraina.

Dari stasiun KA di kota kecil Przemysl di perbatasan Polandia-Ukraina, Presiden dan rombongan, antara lain Menlu Retno Marsudi selama perjalanan 12 jam dijadwalkan tiba di ibukota Ukraina Kyiv, Kamis pukul 08.00 pagi waktu setempat.

Kyif sendiri, ibukota yang semula berpenduduk sekitar 2,6 juta, luluh lantak akibat bombardemen dari udara, laut dan darat yang dilancarkan oleh operasi militer khusus Rusia sejak 24 Feb. lalu.

Sudah ribuan tentara kedua belah pihak tewas atau terluka, belum ribuan warga sipil yang terperangkap di reruntuhan apartemen-apartemen hunian yang dihujani artileri berat, tembakan tank, roket multilaras atau rudal-rudal jelajah Rusia.

Selain korban jiwa dan luka-luka, sekitar lima juta penduduk Ukraina mengungsi ke negara-negara tetangganya, seperti Polandia, Rumania, Moldova dan Ceko, bahkan sampai Eropa Barat.

Warga Kyiv agak sedikit lega setelah Rusia yang dengan mesin perang raksasanya gagal dengan cepat menguasai Kyiv akibat kokohnya pertahanan pasukan Ukraina yang menerapkan taktik perang kota, mulai mengalihkan serangan ke selatan dan timur Ukraina.

Hampir seluruh wilayah selatan dan timur Ukraina, sebut saja Mariupol, Kharkiv, Luhansk, Donnretsk, Dnipro, Zaporiszhia, Kherson, Lysychansk  dan Sivierodonetsk porak poranda dihajar amunisi berbagai alutsista jarak jauh dan canggih Rusia.

Dari perkembangan terakhir, perang makin menggila, misalnya Minggu (26/6) dan Senin lalu (27/6) rudal-rudal jarak jauh Raduga Kh22 yang diluncurkan pengebom Tu-22 menghantam mall di kota kecil Kremenchuk menewaskan 22 warga sipil.

Rusia mengaku, rudal-rudalnya menyasar dipo-dipo militer Ukraina, sebaliknya seperti disangkal Mendagri Ukraina Denys Monastiysky, tidak ada fasilitas militer dalam radius lima Km dari pusat perbelanjaan di Kremenchuck.

Amanat UUD 1945

Misi Presiden Jokowi sendiri adalah untuk mengemban amanat pembukaan UUD 1945 yang dimuat dalam penggalan alinea keempat yakni  “ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”

Posisi RI sebagai negara yang bersahabat dengan kedua belah pihak yang bertikai, Rusia dan Ukraina, juga diharapkan dapat melunakkan hati mereka untuk kembali ke meja perundingan.

Sebelumnya, prakarsa RI sebagai presidensi G20 untuk mengundang, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky hadir dalam pertemuan G20 di Bali, November nanti, bisa diterima keduanya dan didukung AS dan negara-negara UE yang mengutuk invasi Rusia.

Sebagai presidensi G20, RI juga memiliki kewajiban moral untuk tidak hanya berpangku tangan menyaksikan perang  yang tak hanya  menimbulkan kerusakan prasarana dan sarana serta kematian bagi kedua belah pihak, tetapi juga berimbas pada perekonomian dunia.

Dari Kyiv, presiden dan rombongan langsung terbang ke Moskow untuk menemui Presiden Putin dengan misi yang sama yakni membujuknya agar kembali ke meja perundingan.

Dari Kyiv dilaporakan, penjagaan disudut-sudut kota dilipatgandakan menjelang kedatangan rombongan Presiden Jokowi.

Semoga misi mulia RI berhasil mewujudkan perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement