
ANAK-anak makin rentan terinfeksi Covid-19, bahkan dengan gejala berat seperti mengalami radang, sejalan dengan tren naiknya kembali paparan Covid-19 dalam beberapa pekan belakangan ini.
Menurut catatan, dalam tiga hari terakhir ini, paparan harian Covid-19 yang didominasi subvarian Omicron BA4 dan BA5, sudah tembus di atas 2.000 kasus (2.167, 2.149 dan 2.248 kasus) pada periode 28 – 30 Juni, 2022.
Tim Pemberdayaan Masyarakat Bidang Dukungan Darurat Kesehatan Satgas Covid-19 Retno Asti Werdhani dalam diskusi daring seperti dikutip Kompas (29/6) mengingatkan agar masyarakat lebih ketat menjaga anak-anaknya terutama dalam masa liburan saat ini.
Anak-anak, menurut Retno, rentan terhadap infeksi karena respons imun mereka belum sebaik orang dewasa, apalagi anak usia di bawah lima tahun yang belum bisa divaksin Covid-19.
“Orang dewasa di sekitar anak-anak harus sehat agar tidak menulari mereka yang rentan dan biasanya jatuh sakit karena tertular oleh orang lain, “ kata Retno.
Untuk itu Retno mengingatkan agar orang dewasa segera divaksin penguat atau booster, sementara anak-anak yang sudah berusia enam tahun divaksin, kecuali yang mengidap penyakit kronis dengan kontraindikasi, perlu konsultasi dulu sebelum melakukan perjalanan.
Sementara Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Yogi Prawira mengemukakan, dalam dua pekan terakhir ini terjadi peningkatan Covid-19 pada anak-anak yang memerlukan perawatan sampai ke tingkat intensif (ICU).
“Orang sering mengira, anak yang terkena Covid-19 gejalanya ringan, padahal ada yang sampai mengalami sindrom peradangan hebat di berabagai organ tubuhnya (multisystem inflamatory syndrome in children – MIS-C).
Jika kondisi anak yang memiliki komorbid menjadi kritis jika terinfeksi Covid-19, mereka yang terkena MIS-C justru sebelumnya sehat. Beberapa bulan setelah Covid-19 pada anak teratasi, terjadi peradangan hebat.
“Jadi , bahaya Covid-19 pada anak tak hanya saat terinfesi, tetapi juga setelahnya, “ ujar Yogi.
Waspada dan waspada, Covid-19 belum berlalu!




