PAPUA – Dinas Kesehatan Kabupaten Keroom, Provinsi Papua, melaporkan adanya 76 kasus diare sepanjang bulan April 2016, dan seorang bayi berusia 5 bulan meninggal. Diduga karena adanya pencemaran air keruh akibat banjir.
Catatan tersebut didapat dari RSUD Kabupaten Keroom, yang lebih lengkap mengungkapkan kasus penyakit diare sepanjang awal tahun 2016 di Keroom. Pada bulan Februari terdapat 134 kasus diare tanpa kematian, bulan Maret 27 kasus tanpa kematian dan bulan April 76 kasus dengan 1 kematian (bayi berumur 5 bulan). Sebagian kecil diantaranya mengalami muntah.
“Dari 76 kasus diare di bulan April ini, 28 orang diantaranya masih dirawat di RSUD Keroom,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Oscar Primadi, Minggu (8/5/2016).
Dikatakannya, kasus diare di Kabupaten Keroom tersebar di 3 desa yaitu Desa Arso 2, Desa Arso 6, dan Desa Arso Swakarsa, Kec. Arso. Sementara ini, peningkatan kasus diare tersebut belum dinyatakan KLB (kejadian luar biasa).
Guna mengetahui penyebab kasus ini, Dinkes setempat telah mengambil sampel air dan rectal swab pada minggu ke 15. Sampel ini selanjutnya di bawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jayapura.
Antisipasi juga dilakukan untuk menjaga agar tidak ditemukan kasus baru, yaitu Dinkes Kab. Keroom dan Puskesmas Keroom melakukan klorinasi, termasuk surveilans ketat terhadap kemungkinan bertambahnya kasus.
Saat ini tim surveilan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Hasil sementara dugaan karena faktor air keruh. (sumber: Tribunnews)





