Covid-19 Melonjak Lagi

Covid-19 didominasi subvarian Omicron melonjak lagi awal Juli

LONJAKAN penyebaran Covid-19 terjadi lagi di sejumlah negara, termasuk di Indonesia yang jumlah peningkatan kasus harian cukup signifikan sejak awal Juni, didominasi oleh subvarian virus Omicron BA dan BA5.

Angka penyebaran harian Covid-19 terus merambat naik sejak awal   7 Juni lalu di atas 1.000 kasus, lalu mulai 25 Juni dan empat hari berturut-turut antara 28 Juni – 1 Juli di atas 2.000 kasus.

Jumlah orang terpapar Covid-19 sejak terdeteksi pada 3 Maret 2019 sampai 1 Juli 2022 tercatat 6.090.509 kasus termasuk pertambahan pada 1 Juli 2022 sebanyak 2.049 Kasus. Sementara total kematian menjadi 156.740 kasus (bertambah tiga kasus) dan total kesembuhan 5.916.85kasus ( bertambah 1.921 orang).

Jika kenaikan harian Covid-19 di Bangladesh dalam 22 hari, naik 500 persen, di Inggeris dalam 23 hari naik 380 persen, dan di Itali selama 25 hari naik 241 persen, sedangkan di Indonesia dalam 28 hari terakhir naik 650 persen.

Munculnya subvarian baru Omicron BA4 dab BA5 , menurut Jubir Satgas Penangananan Covid-19 Wiku Adisasmito, berkontribusi besar terjadinya penyebab lonjakan, baik di luar mau pun  dalam negeri Indonesia

Di Indonesia sendiri,  penyebaran subvarian Omicron  telah merata di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, sedangkan Menkes Budi Gunadi Sadikin  sebelumnya sudah memperkirakan, akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 sampai 20.000 per hari di akhir Juli nanti

Meluasnya risiko penularan perlu diantisipasi pada masa liburan sekolah saat ini dimana warga bakal memadati obyek-obyek wisata dan dan menjelang Idhul Adha 1443 H yang jatuh pada 10 Juli.

Melonggarnya kepatuhan terhadap prokes terutama pengenaan masker di tempat-tempata kerumunan seperti di pasar, pusat perbelanjaan dan masjid dikhawatirkan akan berkontribusi pada  lonjakan Covid-19.

Menkese juga menekankan perlunya perhatian khusus untuk wilayah DKI Jakarta, mengingat walau Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit masih rendah, begitu juga angka kematian, kasus mingguan sudah di level 3 (65,5 kasus per 100.000 penduduk per minggu).

Waspada dan tetap patuhi prokes!

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement