Persiapan Proyek Piala Dunia 2022, Qatar Akan Menyerap Ribuan TKI

Proyek Pembangunan Stadion di Qatar/AP

DOHA- Tahun 2022 mendatang Qatar akan menjadi tuan rumah penyelenggara Piala Dunia. Untuk persiapan sejumlah proyek yang menunjang perhelatan akbar itu, pemerintah Qatar mengharapkan Indonesia meningkatkan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) .

Hal itu terungkap saat Duta Besar RI untuk Qatar Muhammad Basri Sidehabi melakukan pertemuan dengan Direktur International Cooperation Department Qatar Saleh Saied Al-Shawi Al-Marri, dan Kepala Permanent Recruitment Committee Kementerian Pengembangan Tenaga Kerja dan Sosial Qatar Abdullah Khalifa Al-Mohanhanna di Kementerian Dalam Negeri Qatar, Ahad (8/5)

Seperti dilansir PR, Senin (9/5) pelaksana Fungsi Politik KBRI Doha Boy Dharmawan menjelaskan, untuk menindaklanjuti hal tersebut, Qatar akan mengirim pejabatnya ke Indonesia pada 14 Mei 2016 dan meminta bantuan KBRI Doha agar kunjungan untuk membahas peluang tenaga kerja di Qatar dengan kementerian dan pihak-pihak terkait di Indonesia berhasil dengan maksimal.

Terkait dengan kunjungan itu, Dubes Sidehabi menyampaikan kebijakan pemerintah Indonesia yang menghentikan pengiriman TKI bagi pengguna perseorangan di Timur Tengah. Kebijakan tersebut berdampak terhadap pelarangan para TKI informal untuk bekerja di Qatar, khususnya tenaga kerja domestik.

Sebelumnya, pada awal Mei 2016, Dubes Sidehabi melakukan konsultasi dengan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri guna membahas peluang tenaga kerja di Qatar serta dampak dari pelarangan pengiriman tenaga kerja informal ke Qatar.

Dalam pertemuan tersebut, Menaker Hanif kembali menegaskan kebijakan pemerintah yang melarang penempatan tenaga kerja pada pengguna perseorangan di negara-negara Timur Tengah. Menaker Hanif juga meminta agar perwakilan Indonesia lainnya di Timur Tengah, khususnya di Qatar, untuk fokus menangani buruh migran Indonesia agar mereka memiliki legalitas dan terlindungi keberadaannya.

Dubes Sidehabi menjelaskan bahwa pemerintah Qatar telah menjanjikan tambahan kuota tenaga kerja dari 40.000 saat ini menjadi 50.000 tenaga kerja. Dari jumlah 40.000, sekitar 10.000 orang adalah tenaga kerja terampil dan sisanya, 30.000 orang adalah tenaga kerja informal.

Seperti diketahui, pemerintah Qatar saat ini tengah berbenah dalam melakukan pembangunan besar-besaran sebagai persiapan Piala Dunia 2022. Diperkirakan sekitar 200 miliar dolar AS dialokasikan untuk pembangunan stadion, infrastruktur jalan, jalur kereta api, dan reklamasi kota-kota baru.

Pelaksanaan pembangunan tersebut membutuhkan tenaga kerja terampil dan semiterampil dari Indonesia. Kebijakan Qatar untuk merekrut buruh migran Indonesia itu sejalan dengan look east policy untuk meningkatkan peluang ekonomi, termasuk tenaga kerja dari negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

Advertisement