ZEBRA cross itu fungsinya untuk membantu pejalan kaki menyeberang jalan. Tapi gara-gara keisengan para ABG Citayam-Depok dan sekitarnya, kini zebra cross di Dukuh Atas dekat rute KRL Jakarta-Bogor dijadikan arena pamer kebolehan semacam fashion show. Ironisnya, pelanggaran UU Lalulintas melalui CFW (Citayam Fashion Week) ini justru didukung Gubernur DKI dan Jabar, sehingga terjadi setiap hari dan menjadi sebuah kelatahan karena ditiru daerah lain sebagaimana Surabaya.
Masa remaja atau kini lebih populer disebut ABG, adalah masa anak muda mencari jatidiri. Mereka suka bereksperimen, mencoba-coba, berbuat aneh-aneh dan meniru-niru apa saja yang baru ngetrend. Ketika apa yang dilakukan dan dicoba menarik perhatian publik, makin bersemangatlah dia. Sampai kadang-kadang lupa akan resiko dan bahayanya buat diri sendiri maupun pihak lain.
Sejak minggu lalu ramai dalam pemberitaan, zebra cross di Dukuh Atas, tepatnya dekat stasiun KRL Sudirman, tiap hari jadi ajang Fashion Show Week. Pesertanya adalah para ABG dari kawasan Sudirman, Citayam, Bojonggede dan Depok, sehingga disebut SCBD. Bak peragawan dan peragawati di atas catwalk, para ABG itu dengan pakaian aneh-aneh mondar-mandir berlenggang-lenggok di zebra cross, tanpa peduli pada pengguna lalulitas yang melewati jalan itu.
Sesungguhnya akronim SCBD di kawasan tersebut mengandung makna: Sudirman Central Business District. Tapi gara-gara “kreativitas” para ABG kawasan selatan-selatan tersebut, SCBD bisa saja diplesetkan jadi Scooby-Doo, anjing lucu dalam film kartun produk AS. Soalnya ulah para ABG itu memang juga lucu atau tepatnya malah ditertawakan orang,
Bagainana tidak? Namanya Fashion Week, mestinya kegiatan itu digelar hanya seminggu sekali. Tapi karena banyak penontonnya acara itu menjadi rutin. Tambah lucu lagi, meski kegiatan tersebut mengganggu lalulintas dan melanggar UU Lalulintas & Jalan Raya 2009, justru memperoleh dukungan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.
Bahkan Gubernur Anies dengan pedenya ikut mengajak sejumlah tamunya dari Unie Eropa untuk menjajal zebra cross SCBD tersebut. Padahal, ketika pejabat tinggi negara sudah ikut-ikutan mendukung kegiatan konyol itu, sama saja ikut mempromosikannya. Walhasil kegiatan SCBD itu jadi makin mengganggu kegiatan publik berlalu lintas.
Tak kurang dari Kapolres Jakpus Kombes Pol. Komarudin dan Wakil Walikota Jakpus Irwandi, sangat menyayangkan ulah para ABG-SCBD tersebut. Sebab Zebra Cross digunakan untuk fashion show jelas-jelas melanggar UU Lalulintas dan Jalan Raya. Ironisnya, justru para SCBD tersebut dibela oleh Gubernur Anies dengan alasan, sepanjang belum ada aturan tertulisnya boleh saja Zabra Cross untuk kegiatan fashion show.
Ini sungguh aneh logika berfikir sang gubernur. Kursi gunanya untuk duduk, tapi ketika digunakan untuk BAB? Jalur rel KA untuk lewat kereta api, tapi ketika digunakan untuk tidur? Semua itu memang tak ada aturan tertulisnya. Tapi cobalah siapa saja sengaja BAB di kursi, pasti akan dianggap orang gila. Bahkan berani tidur di bantalan rel KA, bisa wasalam digilas roda-rosa besi.
Maka tak peduli berseberangan dengan Gubernurya sendiri, Polres Jakarta Pusat kini menongkrongi zebra cross di kawasan SCBD untuk CFW. Bahkan Sudin Sosial Jakpus juga akan menindak tegas peserta CFW yang berpakain kemayu, yakni laki-laki berpakain wanita dalam kegiatan tersebut. Sebab jika mau bermain Ludruk Surabaya, tempatnya di Anjungan Jawa Timur TMII.
Gara-gara SCBD viral di medsos, ABG Surabaya pun menjadi latah, ikut-ikutan menggelar kegiatan serupa di zebra cross kawasan Jl. Tunjungan. Tak menunggu polisi yang turun tangan, Satpol PP langsung membubarkan aktivitas yang salah tempat dan salah kaprah itu. Semoga saja ABG daerah lain tak ikutan latah pula. Sebab untuk bikin kegiatan semacam itu tak harus pakai zebra cross. Bisa saja ruang terbuka lainnya diplester semen kemudian dicat hitam putih. Silakan di sini gelar fashion show dari pagi sampai sore bahkan semalam suntuk, takkan ada yang melarangnya.
Tak kalah lucu adalah sikap Youtuber kaya raya Baim Wong. Dia menjadi patah hati dan menangis ketika rencananya untuk mempatenkan CFW dikecam warganet dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Sebab kata dia, setelah dipatenkan di DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) Kemenkumham, nantinya orang kelas bawah pun bisa menikmati atraksi semacam CFW.
Hapuslah air matamu wahai Baim Wong! Tak perlu sedu sedan itu, kata Chairil Anwar. Sebetulnya yang perlu kecewa atas penolakan warganet dan pejabat negara, adalah Anies Baswedan dan Ridwan Kamil. Sebab jika CFS menjadi marak dan masif di seluruh negeri ini, ini sangat berpotensi menaikkan elektabilitas mereka di Pilpres 2024 nanti. Sebab sebagaimana kata survei, Pemilu 2024 nanti akan didominasi pemilih muda usia 17-35 tahun, yang jumlahnya sekitar 60 persen dari jumlah pemilih se Indonesia. (Cantrik Mataram)





