Pria Ini Kehilangan Ginjal Kanannya Setelah Dirawat di Rumah Sakit

Pulang dari rumah sakit, Liu heran kenapa ginjal kanannya hilang?. Foto: Shanghaiist

Sering kita mendengar kabar, sesorang dibikin mabuk, kemudian ginjalnya diambil dan dijual di pasar gelap. Namun bagaimana kalau pelakunya bukan orang yang bertampang kriminal, melainkan dokter yang merawatmu?

Seperti yang dialami seorang pria di Tijuana, Tiongkok. Ia terkejut ketika pulang dari rumah sakit mengetahui ginjalnya sudah ‘hilang’ setelah dirawat karena kecelakaan traktor yang ia kemudikan.

Adalah Liu Yongwei, seorang pria yang setelah pulang dari Rumah Sakit di Shandong, ginjal kanannya hilang secara misterius, Sementara ginjal kirinya juga bermasalah. Hal ini membuat ia mencari tahu ada apa dengannya?

NetEase melaporkan, Liu di pagi hari tanggal 12 Juni 2015, beraktifitas normal. Ia menaiki traktornya untuk menuju pertaniannya. Di tengah jalan ia menemukan beberapa pemuda mengendarai sepeda motor. Ia berusaha menghindari gerombolan geng motor tersebut dengan membanting stir. Tapi gerakan yang tiba-tiba itu membuat keseimbangan traktornya hilang dan terbalik.

Liu dilarikan ke Rumah Sakit terdekat Xuzhou Medical School, di mana ia diperiksa oleh salah satu Dokter yang bernama Hu Bo. Setelah pemeriksaan, Dr. Hu menyadari bahwa Liu menderita trauma yang signifikan di bagian sisi kanan tubuhnya, dan didiagnosis dengan tulang rusuk patah. Hati dan ginjal kanannya juga memar.

Setelah memutuskan bahwa Liu mengalami cedera parah, Hu segera memutuskan untuk melakukan operasi. Hu sendiri merupakan spesialis cardio-thoracic (yaitu, jantung dan paru-paru) dan ia bukan spesialis kemih.

Setelah Liu sadar, ia diyakinkan oleh Dr. Hu dan pihak rumah sakit bahwa semua berjalan baik, ia dipindahkan ke ruang rawat.

Selanjutnya untuk perawatan intensif Liu dirujuk ke rumah kait lain. Namun ia mendapatkan hal aneh di rumah sakit kedua. Setelah Liu menscan tubuhnya ditemukan banyak pipa di dalam tubuhnya dan ginjal kanannya tidak ditemukan.

Liu tidak percaya dengan pemeriksaan itu, kemudian ia mencari rumah sakit lain untuk second opinion. Hasil pemeriksaan kedua juga sama, banyak ditemukan pipa dan ginjal kanannya hilang.

Liu masih saja penasaran, ia pun memeriksakan ke rumah sakit yang memiliki peralatan lebih canggih dair sebelumnya. Di rumah sakit Xuzhou ia diperiksa dan mengalami hal yang sama. Ginjal kananya tidak ada.

Liu kemudian mencari dr. Hu dan ia menyatakan bahwa ia adalah orang yang bertanggung jawab atas kondisinya. Dokter itu menunduk dan segera meninggalkan ruangan.

Karena Liu tidak menerima kehilangan ginjalnya ia melaporkan tindakkan mal praktik itu kepada polisi.

Di kantor polisi, Liu menjelaskan seluruh situasi, namun kemudian polisi memutuskan yang harus bertanggung jawab adalah rumah sakit. Mereka mengatakan kepada Liu bahwa kasus itu terlalu rumit dan sulit untuk membuktikan. Bisa saja dokter berkilah karena itu kegagalan organ.

Polisi menyarakan Liu untuk datang ke rumah sakit untuk mengajukan keluhan. Ia harus datang sendiri tanpa polisi karena itu masalah pribadi bukan urusan publik.

Ia pun menjalankan saran Polisi tersebut, namun rumah sakit menolak untuk menemuinya. Selama lebih dari 20 menit Liu menunggu, tapi tidak ada alasan apa pun dari rumah sakit, dan tidak satu pun yang datang menemuinya.

Liu akhirnya dapat jadwal pertemuan dengan perwakilan dari rumah sakit, tapi dia tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut selain “kami tidak tahu.”

Satu-satunya yang dapat Liu kemukakan adalah, Ia tidak terima karena Hu, seorang spesialis cardio thoracic, kenapa ia menangani masalah ginjal yang harusnya dilakukan oleh ahli kemih. Akhirnya, pihak rumah sakit bersedia untuk melakukan investigasi.

Dua bulan berlalu, Liu masih belum mendengar dari rumah sakit tentang hasil investigasi mereka. Ketika Liu mengkonfirmasi ke rumah sakit, pihak rumah sakit langsung menutup teleponnya.

Setelah menelepon kembali, kemudian pihak rumah sakit menyatakan kasus tersebut sudah ditutup karena hasilnya tidak meyakinkan. Laporan tersebut berspekulasi bahwa Dr. Hu menganalisa ada masalah di ginjal, tapi tidak punya kesimpulan mengapa ginjal harus diangkat, apakah karena kegagalan organ atau lebih buruk.

“Sekarang saya tidak tahu ke mana ginjal saya pergi, dan rumah sakit lainnya masih menolak untuk merawat saya, karena takut disalahkan,” ungkap Liu menghela napas.

Seperti dikutip dari Shanghaiist, setelah berita itu beredar akhir pekan lalu, rumah sakit memecat dokter yang bersangkutan dan Liu berencana menggugat rumah sakit itu untuk mengganti rugi 2 juta yuan. Rumah sakit tersebut siap dengan segala tuntutan.

Advertisement