Cara Mengatasi PMS pada Wanita

JAKARTA – Mendekati Hari H datang bulan, seorang wanita kerap merasakan sejumlah gejala baik secara fisik maupun psikis.

Secara fisik, gejala yang muncul bisa mulai dari sakit perut hingga sakit kepala. Adapun gangguan psikis yang terjadi biasanya wanita mudah terpancing emosinya, alias marah-marah.

Kondisi psikis yang dikenal sebagai Pre-menstrual syndrome atau PMS tersebut muncul pada wanita secara teratur hampir setiap bulan. Gejala ini umumnya akan muncul seminggu sebelum terjadinya menstuasi dan akan menghilang beberapa hari setelah terjadi menstruasi.

Penyebab yang jelas terjadinya PM belum diketahui secara pasti. PMS terjadi bukan karena ketidakseimbangan hormon seperti terlalu banyak atau terlalu sedikit. Namun karena pelepasan telur dari ovarium setiap bulan.

Dilandir Mayo Clinic, beberapa peneliti menyebutkan kemungkinan-kemungkinan yang memicu terjadinya PMS, diantaranya meningkatnya kadar estrogen dan progesteron menjelang menstruasi, kekurangan zat kimia serotonin yang diperlukan untuk kestabilan mood, kekurangan vitamin B6, gangguan metabolisme prostaglandin, berlebihnya kadar cairan yang ditahan oleh tubuh.

Sejumlah langkah bisa dilakukan untuk meringankan gejala PMS, diantaranya mengatur pola makan dengan porsi sedikit tetapi sering untuk mencegah kembung dan kekenyangan, mengurangi konsumsi garam, meningkatkan konsumsi sayur dan buah, meningkatkan konsumsi kalsium, berhenti konsumsi kafein.

Anda juga bisa meningkatkan aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari  dengan cara berjalan, bersepeda, berenang atau senam aerobik.

Untuk mengurangi stress, jangan lupa tidur cukup yaitu 8 jam sehari pada waktu malam. atau bisa melakukan yoga atau pijat atau dengan melatih pernafasan.

Hal ini dapat membantu untuk merelaksasi otot, mengurangi sakit kepala, kecemasan atau kesulitan tidur.

Jika perlu, berkonsultasi dengan Dokter terkait jika Anda merasa ada keluhan fisik yang berlebihan seperti nyeri perut yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Advertisement