
ALIH-alih mereda, konflik militer sejak invasi pasukan Rusia ke negara tetangganya, Ukraina sejak 24 Februari lalu dicemaskan terus bereskalasi akibat keputusan permusuhan baru yang diambil pemimpin kedua negara.
Rusia menggelar referendum di wilayah timur dan selatan Ukraina yang dihuni etnis mayoritas negara itu (Donetsk, Luhansk, Zaporizhia dan Kherson) 23 – 27 September lalu, .
Dari 4,1 juta penduduk yang memiliki hak pilih di empat wilayah tersebut, menurut Kantor Berita TASS (28/9), 93 persen di Zaporishia, 87 persen di Kherson, 98 persen di Luhansk dan 99 persen di Donetsk mendukung integrasi ke Rusia.
Selain Luhansk yang sudah dikuasai sepenuhnya, di ketiga wilayah lainnya masih terjadi perlawanan sengit pasukan dan milisi pro Ukraina terhadap serbuan Tentara Merah Rusia sejak 24 Feb. lalu.
Berbarengan dengan keputusan menganeksasi keempat wilayah Ukraina it, Rusia juga merekrut 300-ribu personil militer cadangannya yang akan dikirim untuk bertempur di front Ukraina.
Sebaliknya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebutkan, jajak pendapat yang digelar Rusia di keempat wilayah negerinya adalah “referendum palsu” . “Pintu perundingan sudah tertutup begitu mereka mencaplok keempat wilayah itu, “ serunya.
Zelensky juga kembali menyerukan penguncilan total Rusia di panggung komunitas int’l dengan mengeluarkan atau paling tidak menangguhkan keanggotaannya di semua organisasi int’l.
Presiden Ukraina itu juga merespons hasil referendum yang digelar Rusia dengan peresmian pendaftaran keanggotaan negaranya ke dalam Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
“Rusia sudah menutup pintu dialog, sehingga jalannya perang bakal makin panjang, “ ujarnya.
Sejauh ini, 30 anggota NATO yang dipimpin AS belum melibatkan pasukannya untuk bertempur di belakang pasukan Ukraina, hanya membantu persenjataan agar pasukan Ukraina yang kalah dalam jumlah personil dan persenjataan, mampu melawan mesin perang raksasa Rusia.
Namun ke depannya, jika Ukraina sudah menjadi anggota NATO, seperti yang disampaikan Presiden AS Joe Biden, militer negaranya akan mempertahankan setiap jengkal wilayah teritorial NATO (jika Ukraina sudah resmi bergabung – red).
Sedangkan Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengingatkan, NATO dan sekutu-sekutunya tidak akan mengakui aneksasi wilayah Ukraina oleh Rusia karena menganggap keempat wilayah tersebut masih dalam teritorial Ukraina.
Perang Rusia dan Ukraina yang berlarut-larut, jelas bakal berimbas bagi perekonomian dunia.(AP/AFP/Reuters)




