131 Anak Terkena Gagal Ginjal Misterius

Ilustrasi ginjal yang berfungsi membersihkan darah dari senyawa beracun. IDAI melaporkan, 131 anak terkena gagal ginjal selama periode Januari - Sept. 2022 akut misterius yang belum bisa diketahui penyebabnya.

PENELITIAN lebih mendalam perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab 131 anak yang mengalami gagal ginjal misterius seperti dilaporkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) baru-baru ini.

Gagal ginjal akut progresif atipikal (abnormal) tersebut, menurut Sekretaris Unit Kerja Koordinasi Nefrologi IDAI Eka laksmi Hidayat (Kompas, 11/10), dialami 131 anak yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia selama periode Januari – September 2022.

Anak-anak yang mengalami gagal ginjal tersebut beraal dari 14 propinsi a.l. Aceh, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, NTT dan Papua.

Tidak diketahui angka pasti kematian anak-anak yang mengalami gagal ginjal tersebut, karena masih harus dikonfirmasi lagi, yang jelas angkanya dilaporkan cukup tinggi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboatorium, belum ditemukan secara konsisten virus atau patogen lain dari para pasien tersebut, sedangkan gagal ginjal akut umumnya terjadi jika tubuh kekurangan atau kehilangan cairan dalam waktu singkat seperti akibat diare yang menyebabkan dehidrasi atau pendarahan hebat akibat syok karena demam berdarah (DB atau dengue).

Yang misterius, lanjut Eka dalam konferensi pers daring (10/10), anak-anak yang terserang gagal ginjal tiba-tiba  mengalami penurunan volume urine.

Untuk itu, para orang tua harus mewaspadai jika anak mereka mengeluh karena buang air kecil sedikit dengan memeriksakan segera ke layanan kesehatan terdekat (Puskesmas, dokter atau RS).

Namun Eka juga menekankan, kasus gagal ginjal akut yang terdeteksi di Indonesia tidak ada kaitannya dengan kematian 66 anak di Gambia, Afrika Barat baru-baru ini yang diduga mengonsumsi obat batuk pruduk  India.

Sejauh ini, BPOM memastikan keempat obat batuk yang menurut WHO mengandung zat berbahaya (Promethazine Oral Solution, Kotexmalin dan Makoff Baby Cough Syrup serta Magrib N Cold Syrup tidak terdaftar di Indonesia.

Para orang tua harap waspada! Jangan minum obat sembarangan, pastikan obat yang terdaftar di BPOM, konsumsi sesuai takaran dan perhatikan daluwarsanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement