PAK Guru mengawini muridnya, itu sudah biasa dan banyak! Tapi murid lelaki “kurang ajar” mengawini gurunya ternyata ada juga di sana sini. Du antaranya di Purworejo (Jateng). Dia adalah Sigit (24) asal Butuh, melawan Bu Guru Rini (44) dari Suren. Meski perkawinan itu sudah setahun lalu, ketika diunggah di medsos beberapa hari ini langsung viral, dilihat oleh 1,4 juta penonton. Tentu Sigit sudah siap resikonya, tiap hari akan diberi PR!
Perkawinan jauh lebih tua istri ketimbang suami, kini biasa disebut berondong. Berondong jagung dan berondong ketan memang terasa manis dan gurih. Tapi berondong dalam wujud suami jauh lebih muda, tentu saja lebih gurih daripada yag tergurih. Orang boleh mencemoohkannya, tapi jika yang menjalani hepi-hepi saja, mau apa?
Awalnya, baik Sigit maupun Rini tak pernah membayangkan akan menjadi suami istri. Yang Sigit tahu, Bu Rini adalah guru Bahasa Inggris saat di kelas I SMK Purworejo. Beberapa tahun setelah lulus SMK, Bu Rini menawari pekerjaan Sigit dalam bisnis mie ayam. Memang Bu Rini tak hanya mempekerjakan Sigit sebagai bekas muridmya/ Ada sejumlah bekas muridnya yang lain.
Sekian lama bersama-sama menggeluti bisnisnya, eh ……lama-lama Sigit mengagumi pribadi bekas gurunya tersebut. Pihak Bu Guru idem ditto, dia juga tertarik pada mantan muridnya tersebut. Kemudian, tanpa malu-malu Sigit pada bekas guru Bahasa Inggrisnya itu mengucapkan kata, “I love you, my darling.” Bu Guru pun menjawab, “You belong to me,” ditambah sess soes….. yang lain, namanya juga guru Bahasa Inggris.
Tapi ketika Sigit kemudian mengajaknya menikah, Bu Rini kaget juga. “Pikir dulu masak-masak, konsultasi dulu sama orangtuamu, dan pertimbangkan untung ruginya,” kata Bu Guru. Orangtuanya kaget juga, tapi pada akhirnya terserah yang akan menjalani. Jadilah mereka menikah pada Nopember 2021 lalu. Sebelumnya hanya kerjasama bisnis mie ayam, kini kerjasama nirlaba sebagai suami istri.
Ternyata sebelum perkawinan “spektakuler” Sigit melawan Rini, di sejumlah tempat pernah pula terjadi “berondongisasi” guru lawan muridnya. Misalkan di Tasikmalaya tahun 2021, Ade Danova menikahi bekas gurunya di SMA Bandung, dengan selisih usia 15 tahun. Lalu Abdul Kodir (25) dengan bekas gurunya di SMA, Mahrianti (35), beda usia 10 tahun.
Sebetulnya masih ada lagi yang lain, tapi data dan alamat kebanyakan kabur tidak jelas, karena hanya dikutip dari viralan di medsos. Tapi begitulah gaya berita online sekarang, akurasi data dikesampingkan, prinsip berita 5 W 1 H juga tak dipedulikan benar, yang penting banyak yang meng-klick. Dari sekian sampel berita, hanya berondongnya Sigit-Rini yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan akurasinya.
Dari sekian contoh berondongisasi, kisah Sigit-Bu Rini memang paling jauh pautan usianya. Mungkin Sigit tidak terlalu memikirkan resikonya setelah tua nanti. Ketika dia berusia 40 tahun nanti, Bu Rini istrinya sudah 60 tahun, sudah nenek-nenek. Mungkin saja Sigit ini memang pecinta benda purbakala. Makin tua semakin tinggi keantikannya.
Agaknya Sigit juga sudah siap dengan kesepian rumahtangganya. Sebab mengawini wanita yag sudah berusia 44 taun, berpotensi takkan punya keturunan. Dan lihat saja nanti, ketika hasrat libidonya masih menggebu-gebu di usia 40, istri sudah tak mampu mengimbangi dalam usia 60 tahunan. Paling-paling Sigit kemudian akan mencari tokoh alternative. Bisa kemudian poligami, bisa pula bini perdana harus mengalah alias diceraikan.
Itu memang masih urusan nanti. Yang harus diantisipasi sekarang, punya istri bekas gurunya, harus siap jika nanti sering dapat PR. Bila bekerja sambil ngantuk macam anggota DPR, bisa dilempar kapur. Itu masih mending, jika dilempar penghapus, apakah tidak benjol punya kepala?Tak kurang gawatnya, ketika istri sudah pensiun di usia 60 tahun nanti, Bu Rini bisa terancam penyakit pengapuran, karena sehari-hari di kelas menulis pakai kapur. (Cantrik Mataram)





