
SANGAT disayangkan, saat pemunculan subvarian Omicron baru XBB mulai terdeteksi, sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan terpaksa menghentikan program vaksinasi akibat kehabisan stok.
Untuk mengatasinya, Kemenkes berupaya merelokasi pengiriman vaksin masing-masing wilayah sambilĀ menanti pasokan baru, dari impor dan pengadaan produk dalam negeri (IndoVac dan AWcorna).
Berdasarkan laporan warga (Kompas 25/10), di Puskesmas, Kebayoran Baru, Senin pagi (24/10) warga yang mengantri untuk divaksin kecewa karena gagal divaksin, bahkan ada yang berupaya mencobanya ke sejumlah Puskesmas lain, namun juga kosong.
Kekurangan stok vaksin di Puskesmas Kec. Kebayoran Baru dilaporkan sudah berlangsung sekitar dua minggu terakhir ini, sementara penghentian sementara layanan vaksinasi juga diberlakukan di Puskesmas Tanah Abang, Jatinegara, Cakung dan Cilandak.
Hal sama juga terjadi di RSUD Kebayoran Baru yang sudah tidak melayani vaksinasi mulai 24 Okt sampai tanggal yang tidak ditentukan, sedangkan Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Barat Efrizon mengatakan, pihaknya belum menerima distribusi baru vaksin, termasuk yang akan diambil dari program relokasi.
Kabiro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Siti Nadia Tarmizi mengemukakan, relokasi vaksin dari suutu daerah ke daerah lain terus dilakukan dan saat ini ada 700-ribu dosis yang pendistribusiannya tidak merata sehingga bisa dialihkan ke wilayah yang memerlukan.
Program vaksinasi sampai 22 Okt, tercatat vaksin dosis pertama 205.089.475 orang (87,4 persen), dosis kedua 171.779.248 orang (73,2persen), dosis ketiga (booster) 64.765.907 orang (27,6 persen) dan dosis keempat 659.194 orang (44,88 persen).
Sementara, Dinas Kesehatan Provinsi NTB membantah adanya pasien Covid-19 berinisial JK (29) yang terpapar subvarian Ā virus Omicron XBB di wilayahnya.
Terdeteksinya subvarian baru virus Omicron XBB disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin beberapa hari lalu, namun ia tidak merinci dimana, selain meminta agar seluruh pemangku kepentingan dan warga waspada, karena di negara jiran Singapura, subvarian tersebut meningkatkan kasus harian menjadi 6.000-an.
Angka kasus Covid-19 nasional sampai Senin (24/10) tercatat 6.742.664 kasus, meninggal 158.454 orang dan yang sembuh 6.295.525 orang, termasuk pertambahan kasus pada hari yang sama yakni 1.703 kasus, meninggal 25 orang dan sembuh 2.378 orang.
Covid-19 belum berlalu, terus patuhi prokes!




