Saran Psikolog agar Terhindar dari Kepanikan saat di Kerumunan

Penyidik memeriksa tempat kejadian di mana banyak orang tewas dan terluka karena terinjak-injak saat festival Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, (30/10/2022). (Foto: ANTARA/REUTERS/Kim Hong-ji)

JAKARTA – Ketua Ikatan Psikolog Klinis Wilayah DKI Jakarta, Anna Surti Ariani, mengatakan kerumunan massa dapat memunculkan dampak psikologis tertentu pada manusia, salah satunya adalah rasa panik.

Tragedi di Kanjuruhan, Malang, Itaewon, Korea Selatan hingga pembatalan festival musik karena melebihi batas aman pengunjung berhubungan erat dengan membludaknya kerumunan orang di suatu tempat dalam satu waktu.

Anna menjelaskan, kondisi yang penuh sesak dapat menyebabkan psikologis tertentu pada seseorang, salah satunya adalah rasa panik.

“Jadi, kepanikan itu sebenarnya bukan menular, tapi tempat yang penuh itu menciptakan psikologis sendiri. Tempat yang crowded memunculkan psikologis tertentu,” ujar Anna, dilansir dari Antara, Kamis (3/11/2022).

Lebih lanjut, Anna menuturkan, saat berada dalam lokasi yang penuh orang, tanpa ruang gerak, dan sesak, secara psikologis seseorang akan merasa lebih terancam.

Ketika peristiwa tertentu terjadi, orang tersebut akan berlomba untuk mencari tempat teraman.

Anna mengatakan, salah satu cara agar tidak menimbulkan rasa panik adalah dengan menjauhi kerumunan dan selalu mematuhi protokol keselamatan meski kini terdapat banyak kelonggaran.

“Memang rekomendasinya adalah kita menghindari, tempat-tempat yang berdesakan. Tapi, jangan lupa kalau ke yang lebih ramai, kita harus tahu ke mana harus melangkah agar lebih aman,” kata Anna.

Ia menambahkan bahwa meledaknya kerumunan di suatu acara lantaran euforia masyarakat terhadap dibukanya kembali berbagai aktivitas outdoor atau di luar ruangan, seperti festival musik, pertandingan bola, atau perayaan hari spesial.

Menurut Anna, hadir di acara yang mengundang banyak orang bukan hal yang dilarang. Yang terpenting, kata dia, tahu batasan kapan harus menghindar dan bertahan di suatu tempat.

“Kan, udah kangen, jadi mulai heboh, ya. Memang kita membutuhkan itu untuk bertemu orang. Karena perjumpaan dengan bertemu langsung itu beda rasanya. Tapi kalau mau aman, ya, prokesnya harus dijalani,” ujar Anna.

Advertisement