SOLO – 24 juta hektar lahan di Indonesia dalam kondisi kritis, dan untuk mengantisipasinya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggandeng perguruan tinggi dan sekolah untuk peduli dengan menyediakan dan menanam bibit.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menyatakan hal tersebut usai prosesi penanaman bibit pohon di kompleks Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo, Jumat siang (13/5/2016).
Ia menegaskan perlu langkah cepat untuk mengatasi kondisi lahan tersebut.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukan ada sekitar 179 perguruan tinggi sudah siap membantu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memperbaiki kerusakan lingkungan hidup.
Program Green Campus tersebut sangat diapresiasi oleh Kemneterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Langkah yang dilakukan 179 perguruan tinggi tersebut yaitu dengan penyediaan bibit pohon dan ikut menanam serta merawatnya hingga lulus pendidikan.
Seperti dikatakan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Profesor Ravik Karsidi, setiap mahasiswa baru di kampusnya wajib menanam dan merawat minimal satu bibit pohon sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan.
“Kami sejak tahun 2013 menerapkan satu mahasiswa baru menanam satu bibit pohon, tapi mulai tahun ini kami tambah lagi menjadi satu mahasiswa menanam lima bibit pohon dan ini harus selesai saat mahasiswa yang bersangkutan lulus dari kampus ini,” ujarnya.
Bahkan, Ravik menegaskan, menanam dan merawat bibit pohon hingga lulus kuliah merupakan salah satu bentuk persyaratan kelulusan menempuh studi di perguruan tinggi ini.
“Yang bersangkutan dilarang mengambil ijazah atau wisuda kelulusan kalau belum menyetorkan bukti sudah menanam lima bibit pohon dan tumbuh dipelihara hingga lulus,” tegasnya.
Kami sudah siapkan sistem online seperti saat kelulusan membutuhkan syarat bebas perpustakaan, sudah tidak ada pinjaman buku perpustakaan, nah ini sudah menanam bibit pohon,” jelas Profesor Ravik Karsidi. (Sumber: VOAindonesia)





