CIANJUR – Korban gempa Cianjur di Provinsi Jawa Barat yang banyak tinggal di tenda pengungsian mulai terjangkit penyakit tersebut. Sebagian besar dari mereka menunjukkan gejala pernafasan (ISPA), batuk, flu dan diare.
Meti, petugas kesehatan di Puskesmas Nagrak, mengatakan hujan terus menerus memperburuk kesehatan warga yang tinggal di tenda pengungsian. Dia mengatakan, warga terdampak gempa yang mulai merasakan sakit kebanyakan adalah orang tua, anak-anak, dan anak kecil.
“Mereka mulai mengeluh sakit seperti batuk, flu, dan diare. Beberapa juga memiliki tekanan darah tinggi. Mungkin karena kurang tidur dan trauma,” kata Mety dilansir Tempo, Selasa (29/11/2022).
Menurut dr. hampir lebih dari setengahnya memiliki ISPA
“Untuk ISPA, paling banyak diderita 674 pengungsi, 258 penderita maag, 238 penderita hipertensi dan 52 penderita diare,” kata Frida.
Frieda mengatakan, kecamatan Warungkondang merupakan kawasan terparah bagi pengungsi yang terdampak gempa.
Sementara itu, Camat Warungkondang Ali Akbar mengatakan banyak pengungsi di kabupatennya yang terjangkit berbagai penyakit.
“Betul, menurut pemeriksaan tim kesehatan memang banyak lansia dan anak-anak yang sakit, tapi belum diketahui berapa proporsinya,” kata Ali.
Ali mengatakan, cuaca hujan terus menerus dan pengungsian tenda posko juga menjadi penyebab warga terserang berbagai penyakit.
“Bahkan karena kondisi dan keadaan di posko pengungsian, banyak orang yang terserang penyakit,” ujarnya.





