CIANJUR – Sebuah video menjadi viral di media sosial karena berisi helikopter yang membagikan bantuan di lokasi terdampak gempa di Cianjur dan membuat tenda pengungsi terbang terimbas angin yang ditimbulkan helikopter.
ADVERTISEMENT
Peristiwa itu tepatnya terjadi di Kampung Burangkeng, RT 01, RW 01, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang. Dalam video yang beredar, misalnya dibagikan akun tiktok Bogor Dailu, tampak terlihat baling-baling helikopter berputar di atas pengungsian di bukit rumput dan menimbulkan angin mengakibatkan tenda terbang tersapu.
Sementara itu Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi telah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.
“Saya memohon maaf kejadian kemarin. Memang dalam penyaluran logistik itu kita melihat bentuk kontur dari lokasi tersebut. Tidak mudah, terus untuk terbang mendekati men-drop logistik tersebut,” kata Henri.
“Kita tidak bisa mendarat di daerah tersebut karena lapangan sendiri dipakai untuk mereka mengungsi. Sehingga sedapat mungkin kita memberikan bantuan atau melemparkan itu bisa dijangkau dengan mudah,” sambungnya.
Hendri menyampaikan, dalam menyalurkan bantuan di lokasi tersebut memiliki medan lereng bukit sehingga helikopter sangat hati-hati.
“Bisa diketahui kondisi di lereng bukit itu sangat sulit, juga helikopter tidak sembarangan untuk bisa melakukan pendekatan ke daerah tersebut tanpa harus melihat arah angin, melihat kontur (untuk mendarat), melihat situasi di bawah memang terjadi kemarin permasalah,” ujarnya, dikutip kumparan.com.
Lebih lanjut, Hendri memastikan insiden tersebut tak akan terulang lagi ke depannya. Mereka sudah memikirkan solusi untuk menyalurkan bantuan dengan cara yang sama.





