
RUAS jalan tol di Indonesia yang saat ini panjangnya sudah mencapai 2.500 Km, selain bebas hambatan yang membuat pergerakan manusia, barang dan jasa makin lancar, namun di sisi lain juga menjadi lokasi “pencabut nyawa”.
Nyaris hampir setiap hari, di medsos, TV atau surat kabar muncul berita duka tentang kecelakaan maut di jalan-jalan tol terutama di P. Jawa. Kepekaan terhadap rasa kemanusiaan sebagian orang pun mulai imun. Jika yang menjadi korban, bukan teman, kerabat, sanak-saudara atau orang kesohor, banyak yang tidak lagi memperdulikannya.
Tidak kurang dari Dirjen Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno yang menyebutkan, angka kecelakaan lalu-lintas di ruas jalan tol sangat tinggi, bahkan di ruas jalan tol Cikoko – Cipali (116 Km) tertinggi di dunia.
Dengan tumbuhnya jalan-jalan tol baru, menurut dia, banyak hal yang harus diperhatikan termasuk oleh para penggunanya, yang selayaknya tidak hanya menikmati kenyamanannya, tetapi juga mematuhi peraturan untuk meminimalisir kecelakaan.
“Jangan jadikan jalan tol tempat pembantaian orang, tapi faktanya, fatalitas (kematian) akibat kecelakaan lalu lintas di ruas Cipali, misalnya, yakni rata-rata satu krban jiwa per Km yang tertinggi di dunia, “ ujarnya.
Menurut catatan, angka lakalantas di ruas jalan tol pada 2021 tercatat 3.988 orang, sementara korban yang meninggal 377 orang.
Sedangkan total angka lakalantas di seluruh jalan raya (tol dan nontol) pada tahun yang sama tercatat 103.645 kasus, dengan korban meninggal 25.266 orang, lka berat `0.553 orang dan luka ringan 117.913 orang. Kerugian materil Rp246 miliar.
Setiap tiga jam tercatat ada tiga orang meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas (tol mau pun non tol), 77 persen korban pada usia produktif, sementara sepeda motor menyumbang 73 persen kecelakaan, dan angkutan barang 12 persen.
Menurun
Sementara ASTRA Infra Toll Road Cipali, pengelola ruas jalan tol Cipali – Palimanan dalam siaran persnya menyebutkan, angka kecelakaan di ruas tol tesebut justru menurun saat ini.
Fatalitas di tol Cipali antara Januari sampai Oktober 2022 turun 15,8 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan tingkat fatality 2,91 pada 2021 dibandingkan 2,45 pada 2022.
ASTRA tol Cipali juga sudh melakukan berbagai peningkatan pelayanan dari berbagai aspek, khususnya terkait keselamatan melalui program 3 E (education, engineering dan enforcement) demi menciptakan kelancaran, keamanan dan kenyamanan berkendara.
Untuk program engineering, ASTRA telah melakukan pemsangan pagar pembatas dari baja (wire rope) sepanjang 106 Km yang rampung pada 2021.
Sedangkan dari sisi edukasi, dilakukan sosialisasi secara massif pada masyarakat melalui Instagram,twitter da youtube, spanduk dan rambu pesan keselamatan dan himbauan sebagai media informasi masyarakat.
Apa pun, alasannya, angka lakalantas di negeri ini termasuk yang tertinggi di dunia, sehingga rasa aman berkendara pun masih jauh “panggang dari api”.
Kejadian teranyar pada (1/12), kecelakaan beruntun di Km 147 ruas tol Cipali di Kertajati, Kab. Subang gantara dua bus dan satu minibus, beruntung, tidak ada korban tewas, hanya 12 korban yang luka-luka.
Sementara dalam kejadian sebelumnya di Km 119.600 (25/11), Ketua BKD Jabar Yerry Yanuar tewas setelah kendaraan Pajero yang dikendarainya menabrak truk tronton dari arah belakang, sedangkan dalam kecelakaan pada 15 Nov. di KM 139, tiga orang tewas dan tujuh luka-luka.
Sudah menjadi rahasia umum, mudahnya mendapatkan SIM, terkadang “ada permainan di sana”, pungli di jalan-jalan dan disiplin publik memang masih rendah dan perlu sanksi lebih tegas, termasuk pada oknum penegak hukum mau pun pelaku pelanggaran lakalantas, semua berkontribusi memicu lakalantas.




