BEKASI – Bertempat di Mushola Al-Hikmah kampung Pondok Benda Rt 09/03 kelurahan Jatirasa Kecamatan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Maximus Insurance dan Pialang Asuransi Nasional Daperma Indonesia (PANDAI) broker menggelar khitanan massal bagi anak-anak yatim dan dhuafa, dan tak terkecuali juga bagi non muslim, Sabtu (17/12/2022).
Sebanyak 41 anak menerima manfaat khitanan massal tersebut. Anak-anak tersebut sebagian besar merupakan masyarakat sekitar namun ada pula yang terjauh dari Cibarusah kabupaten Bekasi.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada donatur karena kita disupport full dan Alhamdulillah dari 41 anak macam-macam dari sisi kehidupan mayoritas anak yatim dan tak mampu dan juga ada lintas agama yang ingin disunat juga,” ucap Agus kurniawan selaku ketua panitia.
Menurutnya acara khitanan massal ini merupakan kegiatan yang perdana, sebelumnya sudah banyak kegiatan yang dilakukan dan ada berbagai macam program seperti aksi kesehatan untuk lansia, cukur rambut gratis dan lain-lainnya.
Acara khitanan massal ini dikemas secara berbeda, sebelum disunat anak-anak dibawa konvoi menggunakan odong-odong, serta didampingi mobil willys, dan dibelakangnya ada hadroh, hal tersebut dilakukan sekalian sosialisasi di kampung.
Serta pasca disunat disediakan photobooth dan juga diberikan bingkisan untuk anak dan orang tuanya, selain itu disertakan pula hiburan merakyat angklung yang disewa dari pemain musik jalanan daerah Bekasi.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Maximus Insurance Jemmy Atmadja menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu agenda CSR perusahaan, dan bahwasanya ia berbangga bahwa adik-adik yang dikhitan sudah mempunyai keberanian.
“Kami dari Maximus mempunyai agenda yang rutin kami dan karena kami perusahaan publik dan ingin menjadi bukti kepedulian masyarakat untuk agenda sosial kita, kami melakukan agenda CSR kita, spiritnya adalah membantu sesama,” ucap Jemmy Atmadja
Senada, Direktur Utama PANDAI, Samsudin mengatakan harapan acara ini ialah agar dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak sekalian untuk ke depannya menjadi warga muslim yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Selain itu, ditambahkan olehnya, hidup itu juga harus dapat bermanfaat bagi orang lain, dan dirinya menjelaskan kalau antusias dari anak-anak sangatlah tinggi bahkan kalau tidak distop bisa sampai ratusan orang.
“Mungkin nanti kedepannya di lain waktu bisa ikutan lagi,” tutupnya.
Salah satu anak yang dikhitan, Fahri (9) mengaku merasa senang, dirinya meminta kepada ibunya untuk ikutan dikhitan.
“Tdak sakit kok disunat, terimakasih bagi donatur semua semoga berkah rejekinya,” ucap Fahri bersama ibunya.





