Kronologi Penculikan Bocah di Jakpus: Pelaku Pemulung, Dibawa Naik Bajaj

Seorang pria menculik bocah berusia 6 tahun di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2022). (Instagram @/lensa_berita_jakarta)

JAKARTA – Bocah berusia 6 tahun berinisial MA menjadi korban penculikan oleh seorang pria di Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Ayah korban, T (48), menduga MA diculik oleh seorang pemulung berinisial Y.

Diketahui, MA dan terduga pelaku saling kenal. Beberapa kali Y kerap datang ke kios ikan milik MA.

“Iya, karena dia, kan, sering lewat. Kadang sering mampir kemari dua hari atau tiga hari sekali. Sering pesen kopi, ngerokok bareng gitu. Kenal sepintas-sepintas doang,” ujar T dikutip dari detik.com, Senin (19/12/2022).

T baru mengenal pemulung itu 3 bulan yang lalu. Belum banyak informasi yang T dapat mengenai keluarga ataupun latar belakang pemulung itu.

“Saya pernah sempat nanya, emang tinggal di mana saya bilang gitu. Dia bilang, tinggal di belakang Asrama Angkatan Darat ini. Kan, ada rongsokan itu, nah, dia ngontrak di sekitar situ katanya,” tambahnya.

Kronologi Penculikan

T menyebut pada 7 Desember 2022, Y sempat berkunjung ke kiosnya. Anak kedua T alias kakak korban menerima pemulung tersebut.

Saat itu, ia meminta teh manis dan nasi. Karena tidak ada nasi, kakak korban pergi membeli beras. Sementara, Y mengaku akan membelikan ayam goreng sebagai lauknya. Sebelum pergi beli ayam goreng, Y juga sempat membeli ikan yang dijual T.

“Dia jalan ke kios saya, kios ikan. Dia sempat beli ikan dulu sama saya Rp 15 ribu harganya, uangnya Rp 50 ribu. Saya bilang, ‘Y belum ada kembalinya nih bagaimana?’ . (Y berkata) ‘Ya udah pegang aja dulu, Pak (kembaliannya), kayak nggak percaya aja sama anak sendiri’. Dia ngomong seperti itu,” ujar T.

Setelah itu, Y hendak membeli ayam goreng. Di saat yang bersamaan, Y juga mengajak anak T yang juga sebagai korban penculikan, yakni MA.

“Dia berangkat ke ayam kentucky, dicolek lah itu anak yang hilang itu anak saya, dibawa. MA ikut nggak katanya gitu. Terus jalan,” kata T.

Y dan MA tiba di kedai ayam goreng. Pegawai kedai ayam goreng, jelas T, sempat bertanya ke terduga pelaku terkait MA.

“Sampai di kentucky dia beli, sempat ditanya sama yang punya kentucky itu. MA ini siapa. Anak saya tuh yang ditanya yang kecil. Nah, yang jawab itu si Y (terduga pelaku). ‘Saya mamangnya MA (jawab Y). Terus ditanya lagi, ‘mamang dari mananya? dari ayah apa dari ibu? Katanya (Y) dari ibu dia bilang gitu,” imbuh T.

Setelah dari kedai ayam goreng, Y lalu menyetop bajaj dan menaiki bajaj itu. MA turut dibawa. Kejadian ini yang terekam kamera CCTV hingga videonya viral.

Sopir bajaj tersebut, kata T, sudah diperiksa polisi. Sopir bajaj tersebut mengaku mengantar Y dan MA ke sekitar Stasiun Jakarta Kota.

“Di antar Mangga Dua Square, dia niatnya mau turun cuma nggak jadi. Terus laju sampai ke Stasiun Kota, sebelum Stasiun Kota dia berhenti,” sambungnya.

T berharap, anaknya cepat ditemukan.

“Saya, sih, berharap anaknya sehat, cepat ketemu, cepat kembali ke saya, karena itu adalah titipan dari yang kuasa, ya, saya pengen sekali dia pulang,” lanjutnya.

Penyelidikan Polisi

Polisi masih menyelidiki kasus ini. Sampai saat ini, pelaku belum ditemukan.

“Masih dalam proses penyelidikan,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin.

Komarudin mengatakan pihaknya telah menyambangi lokasi guna mengumpulkan informasi. Termasuk juga rangkaian CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Kemarin anggota sudah langsung turun ke lapangan ngecek video. Termasuk mencari rangkaian video-video CCTV yang ada di sepanjang jalur. Karena bajaj yang digunakan itukan jaraknya jauh sekali, nopolnya nggak kebaca sama sekali. Makannya dicari rangkaiannya,” jelas Komarudin.

Advertisement