Ya Ampun, Korban Banjir Diminta Bayar Ambulans dan Peti Jenazah

Ilustrasi Evakuasi korban banjir bandang di Air terjun dua warna/ Foto: Okezone.com

DELI SERDANG – Keluarga korban tewas banjir bandang di tempat wisata air terjun dua warna mengaku kecewa karena telah diminta uang oleh oknum tak bertanggungjawab untuk biaya peti jenazah dan mobil ambulans.

Oknum bertanggungjawab di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut tersebut meminta bayaran pada Deddy Mulia Purba, keluarga korban Ahmad Al Hakim Lubis, mahasiswa STIkes Flora Medan sebesar Rp 800,000 untuk peti jenazah dan Rp 1,3 juta untuk ambulans.

Meskipun demikian, Deddy mengaku kepada salah satu kontributor elshinta.com, tidak mempermasalahkan uang yang telah disetorkannya dengan bukti kuitansi yang ada di tangan, karena ia ingin jenazah korban cepat diidentifikasi.

Sementara itu pihak rumah sakit telah membantah pengutipan tersebut dan ada pengumuman resmi ditempel di dinding kamar jenazah tentang hal tersebut.

Laporan resmi pihak Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, hingga Selasa pukul 14.30 wib, baru 6 jenazah yang sudah teridentifikasi dan sudah diambil keluarganya.

Selebihnya ada 10 jenazah yang masih dalam proses identifikasi Tim DVI dan Forensik. Dari pengamatan di rumah sakit, sudah disiapkan sejumlah peti jenazah dan keluarga korban masih menunggu di posko yang didirikan di halaman RS Bhayangkara Polda Sumut.

Diberitakan sebelumnya, banjir bandang di obyek wisata air terjun dua warna Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, Sumut pada hari Minggu (15/5/2016) memakan korban 19 orang wisatawan yang terseret air, satu orang selamat, 14 orang ditemukan tewas dan 4 orang masih dalam pencarian tim SAR.

Advertisement