Ketika Anak Polah…..

Perhatikan tampang Mario Dandy, pandangan lurus ke depan, sepertinya tak menyesali segala perbuatan kejinya.

MANUSIA paling apes se-Indonesia mungkin hanyalah Rafael Alun Trisambodo, pegawai Ditjen Pajak di Jakarta Selatan. Yang berantem urusan cewek putranya, Mario Dandy (20) melawan David putra pengurus GP Ansor. Tapi pada akhirnya menyeret nama ayahnya secara kedinasan. Rafael Alun ditelanjangi hartanya, bahwa asetnya yang jumlahnya menyaingi Menkeu Sri Mulyani dicurigai diperoleh secara tidak sah. Saking malunya dia pun mundur dari ASN Kemenkeu. Benar-benar anak polah bapa kepradhah!

Sesuai LHKPN 2022, harta kekayaan Menkeu Sri Mulyani berjumlah sekitar Rp 86 miliar. Wajarlah, karena selain jadi Menkeu beliaunya juga pernah menjabat jadi Direktur Bank Dunia. Sedangkan Rafael Alun, hanya Kabag Umum di Kanwil Pajak Jaksel kok LHKPN 2022 mencapai Rp 56,1 miliar. Lalu publik pun ingat kelakuan oknum-oknum petugas pajak selama ini. Jangan-jangan Rafael Alun ini Gayus Tambunan edisi kedua?

Awalnya Mario Dandi ribut urusan cewek bernama Agnes dengan David. Dikompori cewek lain selaku pihak ke-3, emosi Mario naik sampai ke ubun-ubun, sehingga David yang sudah pingsan itu masih juga dihajar. Kepala dibuat main bola, ditendang diinjak seperti lagaknya pemain bola hendak nembak gawang lawan. “Saya tidak takut bikin mati anak orang.” Kata Mario sebagaimana yang terekam dalam videonya yang viral di medsos.

Polisi pun bertindak, Mario ditangkap. Tapi lagaknya di depan polisi bikin orang muak, bahkan ada warga net yang bilang: kemampleng alias enak-enaknya ditempeleng. Bagaimana tidak? Jelas-jelas menganiaya anak orang secara biadab,  sama sekali tidak merasa bersalah. Mukanya tegak ke atas, mirip Prabu Baladewa wayang kulit. Kalau boleh, publik ingin nyuleg ramai-ramai mata si anak muda sombong nan songong itu.

Biasanya tahanan polisi selalu menunduk, seakan menyesali perbuatannya. Tapi Mario tetap menatap ke depan, seperti laiknya mau terima tanda penghargaan. Maka seorang psykholog mengatakan, Mario ini memiliki kecerdasan emosional yang rendah. Bisa jadi, karena anak orang pajak dia tak pernah kecewa, semua keinginannya selalu terpenuhi sedari bocah. Maka giliran kecewa urusan cewek, emosinya tidak terukur lagi.

Mario Dandy terancam masuk penjara 5 tahun. Kesalahannya berlapis-lapis. Selain nyaris bikin tewas anak orang, dia juga mengendarai mobil Rubicon dengan plat palsu. Dari sini terungkap pula, dia suka ngebut dengan moge secara ugal-ugalan, seakan-akan jalanan ibukota milik nenek moyangnya. Masak sih, mobil mewah pegawai pajak tidak bayar pajak? Apa kata dunia…………

Borok-borok bapaknya mulai terungkap. Mobil Rubicon yang berharga Rp 2 miliaran dan mogenya tak masuk dalam LHKPN Rafael Alun. Nah, akhirnya orang kaya dari Sleman DIY ini ditelateni oleh Menkeu Sri Mulyani. Dia dicopot jabatannya dan diperiksa Inspektorat Kemenkeu. Mungkin karena malu ditelanjangi sampai istrinya juga, Rafael Alun menyatakan mundur sebagai ASN Kemenkeu.

Ternyata sejak tahun 2012 satu dekade lalu, pihak PPATK sudah mencurigai lalulintas keuangan Rafael Alun yang sangat mencurigakan, tapi tak ada tindak lanjutnya. Giliran anaknya bermasalah, barulah terungkap lagi. Paling lucu KPK, pihaknya mau menyelidiki asset Rafael Alun yang mencapai Rp 56 miliar. Tak ayal lembaganya Firli Bahuri inu diolok-olok pegiat medsos Alifurrahman lewat Pakar Mantan, “Yang Rp 56 miliar mau digarap, sedangkan yang Rp 560 miliar dalam kasus Formula-E nya Anies Baswedan KPK masuk angin.”

Sebetulnya urusan bawah puser yang akhirnya merembet ke mana-mana bukan hal baru. Baru saja Polri nyaris rusak citranya gara-gara kasus Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi. Sejumlah petinggi Polri harus masuk penjara gara-gara terseret kasusnya Ferdy Sambo yang sudah tervonis hukuman mati.

Jika menengok ke sejarah, Majapahit perang malawan Pajajaran juga urusan perempuan Diah Pitaloka. Keris Empu Gandring makan 7 nyawa dalam sejarah kerajaaan Singosari juga karena masalah selangkangan Ken Dedes. Sunan Amangkurat I raja Mataram dari kraton Kotagede, jadi raja paling kejam juga karena urusan perempuan.  Pendek kata perempuan itu selain sumber kenikmatan juga jadi pangkal kebangkrutan. Maka diperlukan kekuatan iman, jangan hanya memanjakan kekuatan “si imin”. (Cantrik Metaram).

Advertisement