JAKARTA – Kebakaran hebat terjadi di depo Pertamina wilayah Plumpang, Jakarta Utara, pada Jumat sekitar pukul 20.20 WIB.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan objek kebakaran tersebut adalah pipa bensin.
“Objek pipa bensin Pertamina,” kata Satriadi, Jumat (3/3).
Sementara berdasarkan kesaksian warga, tercium aroma bensin yang menyengat sebelum kebakaran terjadi.
Hingga kini belum diketahui penyebab kebakaran hebat tersebut. Pihak Pertamina mengaku masih fokus menangani warga dan memastikan pasokan BBM aman.
“Belum (diketahui penyebab), fokus kami masih penanganan warga dan menjaga pasokan BBM aman,” ujar Vice President Corporate Communication Fadjar Djoko Santoso kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (4/3).
Setidaknya 17 orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden ini. Sementara 50 orang mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Api yang menyambar hingga ke dua kawasan rumah warga (RW) ini juga mengakibatkan ratusan orang terpaksa mengungsi.
Berdasarkan info di media internal Pertamina, Terminal Bahan Bakar Minyak Plumpang merupakan depo strategis yang dimiliki Pertamina. Depo Plumpang menyuplai ke sekitar 20 persen kebutuhan BBM harian di Indonesia, atau ke sekitar 25 persen dari total kebutuhan SPBU Pertamina.





