Peneliti BMKG Ungkap Alasan Indonesia Tidak Bisa Terhindar dari Gempa

ilustrasi

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan ttengah menguji coba alat deteksi dini gempa hingga 30 detik sebelum guncangan.

Dua peneliti, Marniati dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar, dan Imanuela Indah Pertiwi dari Stasiun Geofisika Kelas IV Kendari memaparkan soal ketiadaan alat prediksi gempa dalam makalah ‘Gempabumi Tektonik Bisa Diprediksi?’.

Keduanya mengatakan sampai saat ini, detik ini, BMKG sebagai instansi pemerintah yang memonitoring kejadian gempabumi di Indonesia selalu menginfokan kepada masyarakat bahwa gempabumi tektonik tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya, baik hari, tanggal, jam, menit, hingga detiknya.

Mereka menjelaskan, wilayah Indonesia tidak dapat terhindar dari kejadian-kejadian gempabumi, karena letak wilayah Indonesia yang berada dan diapit oleh tiga hingga empat lempeng utama dunia.

Lempang-lempeng tersebut terus bergerak setiap detiknya, akibat dari panas di dalam inti bumi yang menggerakkan partikel-partikel penyusun lempeng.

“Ketika lempeng-lempeng tersebut sudah tidak dapat menahan aliran partikel panas dari inti bumi, maka akan bergerak dengan mengeluarkan energi yang sangat besar,” jelas peneliti, sebagaimana dikutip CNNIndonesia.com.

 

Advertisement