
KARAWANG – Pada gelombang pertama arus mudik 2023, volume lalu lintas kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat mengalami kenaikan.
Data dari PT Jasa Marga (Persero) menunjukkan bahwa sebanyak 11.682 unit kendaraan masuk dari gardu arah Jakarta menuju Bandung antara pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan hari sebelumnya, di mana pada Kamis (13/4/2023), sebanyak 10.050 unit kendaraan masuk dari Jakarta menuju Tol Cikampek Utama dalam jam dan rute yang sama.
Sementara itu, untuk kendaraan yang keluar menuju Jakarta, terdapat 5.588 unit kendaraan masuk, mengalami peningkatan dari hari sebelumnya yang mencapai 5.615 unit kendaraan. Dari jumlah tersebut, 3.213 kendaraan berasal dari Jakarta-Cikampek dan 2.375 kendaraan berasal dari Cipali.
Kenaikan volume lalu lintas tersebut terlihat meski hujan turun dengan intensitas yang deras di area tol, namun tidak menghalangi kendaraan-kendaraan untuk terus berdatangan dan mengantre di gardu tol.
Hingga pukul 23.28 WIB, jalur tol banyak dilalui oleh bus dan truk angkut, serta beberapa mobil kendaraan pribadi dengan banyak muatan yang diletakkan di atas kap mobil.
Situasi ini sejalan dengan anjuran Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada masyarakat, untuk memulai mudik lebih awal guna menghindari kepadatan pada puncak arus mudik Lebaran tahun ini, yang diprediksi terjadi mulai tanggal 18 hingga 21 April 2023.
“Bagi masyarakat yang sudah bisa libur, silakan mulai mudik lebih awal mulai dari tanggal 13 April hingga 17 April nanti karena jalanan masih relatif tidak padat,” ujar Budi.
Pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk menghindari terjadinya kepadatan arus penumpang dan kendaraan pada satu hari tertentu, sehingga tidak terjadi puncak arus mudik yang terlalu tinggi dan sulit dikendalikan.
Salah satunya adalah rencana rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan mulai tanggal 18 April 2023, dari jalur tol Cikampek kilometer 72 hingga Gerbang Tol Kalikangkung kilometer 414.
Upaya lain yang diambil adalah menggeser libur cuti bersama menjadi tanggal 19-25 April 2023, agar memberikan tambahan waktu bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal atau tidak terburu-buru menjelang hari H Lebaran.
Selain itu, beberapa operator transportasi dan jalan telah memberikan diskon atau promo tarif untuk mendorong masyarakat untuk mudik lebih awal.
Untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan pada puncak arus mudik, telah disiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas seperti contra flow, one way, ganjil genap, pembatasan angkutan barang, dan pengaturan rest area.
“Kami berharap dengan upaya antisipasi yang telah dilakukan, perbandingan antara kapasitas jalan dan simpul transportasi dengan volume penumpang dan kendaraan atau volume to capacity (V/C) ratio tetap berada di bawah angka 1, yang artinya masih lancar,” tuturnya.
Sumber: Antara




