JAKARTA – Satu-satunya bagian kendaraan yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan adalah ban. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, disarankan untuk melakukan pemeriksaan awal agar perjalanan berjalan lancar.
Mukiat Sutikno, Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, mengatakan bahwa keselamatan menjadi faktor utama bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi saat pulang ke kampung halaman.
“Kami mengajak pengguna kendaraan pribadi untuk memeriksa ban sehingga berkendara menjadi lebih aman, karena ban yang dalam kondisi prima dapat mengurangi potensi masalah selama perjalanan mudik,” ujar Mukiat, dilansir dari, Antara, Sabtu (15/4/2023).
Berikut beberapa tips penting yang bisa menjadi panduan bagi para pemudik sebelum memutuskan untuk melakukan mudik dengan kendaraan pribadi.
- Rotasi Ban
Salah satu cara merawat ban mobil agar perjalanan mudik menjadi lebih aman dan nyaman adalah dengan melakukan rotasi ban.
Rotasi ban mobil sebaiknya dilakukan secara rutin dengan jarak tertentu untuk mencegah terjadinya keausan yang tidak merata antara ban depan, belakang, serta sisi kiri dan kanan. Sehingga, bisa memperpanjang umur pakai ban.
Fisa Rizqiano, Wakil Kepala Penjualan Peralatan Asli (OE) PT Bridgestone Indonesia, menjelaskan bahwa ban depan mobil cenderung lebih cepat aus karena sering terkena gesekan.
“Rotasi ban secara berkala diperlukan untuk memantau tingkat keausan dan memastikan ban tetap berfungsi optimal,” katanya.
- Spooring dan Balancing
Salah satu kerusakan yang sering terabaikan pada ban mobil adalah keausan yang tidak merata pada tapak atau tread. Faktor-faktor seperti tekanan angin yang tidak sesuai, masalah suspensi mobil, atau roda yang tidak sejajar dapat menyebabkan keausan tread tidak merata.
Untuk menghindari kerusakan ban, sebelum melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman sebaiknya dilakukan spooring dan balancing oleh teknisi ban yang terpercaya, guna mendeteksi dan mencegah kerusakan ban yang tidak merata tersebut.
- Tekanan Ban yang Sesuai
Menjaga tekanan angin ban agar selalu tepat sangat penting. Tekanan yang terlalu rendah bisa membuat kendaraan terasa tidak stabil saat melaju dengan kecepatan tinggi dan mengurangi efisiensi bahan bakar.
Di sisi lain, tekanan yang terlalu tinggi dapat membuat ban terasa keras dan mengakibatkan keausan lebih cepat pada bagian tengah tread.
Oleh karena itu, sebelum melakukan perjalanan mudik, penting untuk memeriksa tekanan angin ban dan memastikan sesuai dengan rekomendasi produsen kendaraan yang tertera pada label di pilar pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.
“Selain itu, untuk keselamatan berkendara, pemilik mobil juga perlu memeriksa kondisi ban apakah gundul atau tidak, melakukan rotasi ban, serta memeriksa keselarasan roda atau wheel alignment,” kata Fisa.
- Ban dalam Kondisi Prima
Apabila terdapat tanda-tanda kerusakan pada ban mobil seperti tapak yang sudah aus, keretakan atau benjolan pada dinding ban, serta terlalu banyak tambalan akibat ban bocor, hal tersebut dapat menjadi indikasi bahwa ban perlu diganti.
Memaksa untuk tetap mengemudi dengan ban yang kondisinya tidak prima dapat meningkatkan risiko terjadinya kejadian yang tidak diinginkan selama perjalanan.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan tanda-tanda kerusakan pada ban dan segera mengganti ban yang rusak untuk menjaga keselamatan saat berkendara.





