Megathrust Mentawai Masih Simpan Kekuatan Gempa M 8,9, Warga Diminta Kenali Pola Guncangan

ilusrasi/ist

PADANG – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Padang Suaidi Ahadi mengatakan pascagempa Mentawai pada Selasa (25/4/2023) dini hari, megathrust Mentawai masih menyimpan kekuatan gempa magnitudo 8,9.

Sehingga dia mengimbau warga Kota Padang, Sumatera Barat, agar mengenali pola guncangan gempa bumi yang terjadi sebagai upaya mitigasi bencana. Dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi, diharapkan masyarakat bisa melakukan evakuasi mandiri sesegera mungkin.

Suaidi mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada jika terjadi gempa dengan kekuatan yang cukup besar. “Dengan masih tersimpan kekuatan gempa di megathrust Mentawai ini masyarakat harus tetap waspada jika suatu saat kembali terjadi gempa,” katanya, di Padang, Jumat (28/4/2023).

Menurut dia, sebagai daerah yang berada di kawasan megathrust Mentawai warga Kota Padang harus belajar sehingga mereka dapat membedakan gempa yang terjadi. “Tanpa melihat telepon pintar atau sumber informasi lainnya kita dapat mengenali mana gempa yang berpotensi tsunami,” kata dia.

Hal ini juga dapat mengajarkan warga kota agar tidak buru-buru melakukan evakuasi jika gempa terjadi. Ia mengatakan, apabila gempa kuat terjadi mengayun dan membuat manusia tidak dapat berdiri itu artinya gempa sudah memiliki magnitudo 7 ke atas dan berpotensi tsunami.

Jika gempa itu guncangan vertikal menandakan gempa berada tidak lebih 100 kilometer jaraknya dari lokasi berdiri. “Gempa dengan guncangan vertikal ini potensi tsunami cenderung kecil,” kata dia.

Sementara, gempa dirasakan sangat kuat dan membuat tidak dapat berdiri, maka potensi tsunami sampai ke daratan hanya membutuhkan waktu 20 menit hingga 30 menit dan harus dimanfaatkan untuk melakukan upaya mitigasi.

 

 

Advertisement