JAKARTA – Menurut Dr. dr. Hikari Ambara Sjakti, Sp.A(K), seorang ahli Hemato-Onkologi Anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), terdapat beberapa gejala yang perlu diwaspadai sebagai tanda-tanda kanker pada anak.
Hikari menjelaskan bahwa terdapat dua jenis kanker yang paling sering menyerang anak, yaitu kanker darah seperti leukemia atau kanker sel darah putih dan retinoblastoma atau kanker mata.
Gejala yang perlu diwaspadai pada leukemia meliputi anak yang tiba-tiba menjadi pucat, lemas, dan mengalami pendarahan seperti mimisan, lebam, dan bintik-bintik merah pada kulit.
Selain itu, anak juga bisa merasakan nyeri pada tungkai, sendi, dan lutut, serta perut yang membesar karena terjadi pembengkakan hati.
Menurut Hikari, secara umum, gejala leukemia akut akan terlihat jelas pada anak yang tiba-tiba terlihat sakit, lemas, dan malas bergerak.
“Secara umum, biasanya kalau leukemia akut itu terlihat sekali. Anaknya mendadak terlihat sakit, lemas, malas bergerak. Ini harus diwaspadai,” katanya, dilansir dari Antara, Sabtu (6/5/2023).
Sementara, kanker mata jenis retinoblastoma atau kanker retina lebih mudah dikenali gejalanya. Gejala yang dapat dikenali adalah munculnya “mata kucing” saat mata terkena sinar, sehingga terlihat bagian tengah mata yang normalnya hitam menjadi putih.
“Jadi, matanya terlihat putih. Di bagian tengah mata yang hitam itu, kalau disenter, itu ada bagian yang disebut retina yang normalnya tidak memantulkan cahaya atau menjadi putih,” ujar Hikari.
Ia menyebutkan bahwa tidak ada skrining untuk kanker pada anak. Sehingga, penting bagi orang tua untuk memahami gejala-gejala kanker pada anak agar bisa mendeteksi sedini mungkin dan segera melakukan pengobatan.
Hikari juga menyatakan bahwa kanker yang dialami anak biasanya terjadi karena faktor genetik bawaan dari kedua orang tua dan tidak banyak dipengaruhi oleh pola hidup atau makanan tertentu.
“Kanker pada anak bisa terdiagnosis sejak lahir. Jadi, kalau dari lahir sudah muncul kanker, pasti bukan karena faktor lingkungan, melainkan karena kelainan genetik,” kata Hikari.
Walaupun kanker pada anak biasanya terjadi karena faktor genetik, ia menekankan bahwa orang tua harus memastikan anak menjalani pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan yang bergizi.
Selain itu, penting juga bagi anak untuk berada di lingkungan yang sehat guna menghindari paparan tambahan yang dapat menjadi pencetus kanker.





