Peneliti China Klaim Temukan Air di Mars

Lokasi proyek pembangunan desa di China yang mensimulasikan kondisi lingkungan di Mars di Qinghai, sebagai bagian dari persiapan eksplorasi Mars di China. (Foto: ANTARA/Xinhua)

BEIJING – Peneliti dari China baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah menemukan air di planet Mars untuk pertama kalinya, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh rover Zhurong.

Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional Advances in Science and Research, yang menunjukkan bahwa beberapa objek seperti kerak permukaan, retakan, granulasi, dan tanda-tanda air ditemukan di bukit pasir Mars di sekitar lokasi pendaratan Zhurong.

Data tersebut menunjukkan bahwa bukit pasir tersebut mengandung air yang kaya akan mineral, seperti sulfat hidrat, protein, dan besi hidroksida.

Menurut penulis laporan penelitian,nQin Xiaoguang, yang dikutip oleh media China, keberadaan air di bukit pasir Mars tersebut kemungkinan besar tidak terbentuk dari air tanah atau karbon dioksida, melainkan dari embun beku atau hujan salju.

“Yang lebih penting, kami percaya keberadaan air di bukit pasir tersebut tidak terbentuk dari air tanah atau karbon dioksida, melainkan embun beku atau hujan salju,” kata Qin.

Keberadaan air di Mars merupakan topik yang sangat menarik bagi sejumlah kalangan, karena bisa memberikan implikasi penting terhadap migrasi dan pemahaman evolusi iklim di planet tersebut.

Selain itu, keberadaan air dalam bentuk cair tersebut juga mengindikasikan bahwa Mars memiliki lingkungan yang layak huni dan berpotensi untuk mendukung kehidupan. Hal tersebut diungkapkan oleh Science and Technology Daily, Jumat 5/5/2023).

Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ada bukti adanya air dalam bentuk cair di Mars, meskipun iklim planet tersebut telah mengalami perubahan besar akibat hilangnya atmosfer dan tekanan udara yang sangat rendah, sehingga membuat uap air sulit mencair.

Tim Phoenix Mars Amerika Serikat menemukan beberapa tetesan air asin di ketinggian tertentu di Mars pada musim panas, dan hasil simulasi menunjukkan bahwa beberapa situasi iklim tertentu yang cocok dengan air di beberapa area di Mars sifatnya masih temporer.

“Namun, bukti pengamatan langsung tentang keberadaan air cair di permukaan rendah terhangat di Mars masih sangat sedikit,” kata Qin, yang juga peneliti pada Institut Geologi dan Geofisika China.

Pada 2021, misi eksplorasi pertama China ke Mars Tianwen-1 berhasil mendaratkan rover Zhurong di tepi selatan Utopia Planitia, kawasan terendah planet Mars.

Hingga saat ini, Zhurong telah aktif selama 347 sol (356,5 hari di Bumi) sejak ditempatkan di permukaan Mars. Namun, pada 20 Mei 2022, rover tersebut menjadi tidak aktif menjelang badai pasir dan musim dingin Mars.

Sumber: Antara

Advertisement