JAKARTA – Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang tidak lagi berkeinginan menggusur permukiman warga yang berada di sekitar Masjid Jami’ Keramat Luar Batang, disambut baik oleh warga di kawasan tersebut.
“Wacana penertiban (rumah-rumah warga) Luar Batang yang dekat Masjid udah enggak ada, kok. Itu sudah selesai,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (23/5) kemarin.
Tokoh masyarakat Kampung Luar Batang, Mansur Amin mengaku bersyukur atas digagalkannya rencana penggusuran permukiman di Kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara.
“Kami pada prinsipnya sangat bersyukur, karena memang (penghentian rencana penggusuran) itulah yang kami inginkan,” ujarnya kepada Republika.co.id, Selasa (24/5/2016).
Tetapi menurutnya masyarakat Luar Batang harus tetap waspada karena takut sewaktu-waktu penggusuran dilanjutkan kembali. Ia pun menilai pernyataan Ahok terkadang suka berubah-ubah.
“Apalagi, Pak Ahok kadang sulit dipegang ucapannya. Pernyataan yang dia lontarkan sering kali berubah-ubah, sehingga terkesan tidak memegang komitmen,” tuturnya.
Oleh karena itu, kata Mansur lagi, masyarakat Luar Batang ke depannya tetap akan bersiaga menjaga kampung mereka dari ancaman penggusuran. “Selama Ahok masih berkuasa, kami akan terus bersiaga penuh selama 24 jam setiap harinya,” ucapnya.
Sebelumnya, Rabu (20/4/2016), Ahok mengatakan penggusuran Luar Batang bakal dilakukan pada Mei ini. Kini, sudah hampir berakhir bulan Mei penggusuran belum dilakukan, dan ditegaskan dengan pernyataannya yang tidak jadi melakukan penggusuran yang terus ditentang oleh warga setempat.





