5 Penyakit yang Bisa Ditandai dari Bau Badan 

Ilustrasi bau badan. (Foto: yesdok.com)

JAKARTA – Terdapat asumsi umum bahwa bau badan disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa bau badan dapat menjadi tanda awal dari penyakit tertentu.

Menurut laporan Medical Daily, bau badan terjadi ketika bakteri campur dengan keringat dan berbagai faktor seperti hormon, pola makan, obat-obatan tertentu, kondisi kesehatan mendasar, kelembapan, genetika, kelebihan berat badan, dan olahraga juga memengaruhi bau badan.

Perubahan hormonal seperti menstruasi dan ovulasi juga memengaruhi bau badan seseorang. Ketika seseorang terkena penyakit, ini memengaruhi cara kerja tubuhnya dan dapat menyebabkan perubahan dalam proses biokimia.

Hal ini dapat menghasilkan produksi molekul kecil yang mudah menguap di dalam tubuh dan dilepaskan melalui napas, urine, dan keringat.

“Menurut literatur ilmiah, ada bukti aroma tersebut mungkin mengandung penanda untuk kanker paru-paru, kanker payudara, diabetes, melanoma dan banyak lagi,” kata peneliti biomedis di Ben-Gurion University’s Kiryat Bergman Campus di Be’er-Sheva, Israel, Yehuda Zeiri kepada Reader’s Digest.

Berikut lima penyakit yang bisa dideteksi melalui penciuman:

1. Preeklampsia

Preeklampsia adalah sebuah gangguan hipertensi yang terjadi selama kehamilan dan seringkali menimbulkan komplikasi setelah 20 minggu kehamilan pada wanita yang awalnya tidak memiliki masalah tekanan darah.

Gangguan ini meningkatkan kadar protein dalam urine yang merupakan indikator kerusakan ginjal dan organ lainnya.

Apabila tidak diobati, preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya bagi ibu hamil dan bayi yang belum lahir, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

2. Kanker Paru

Kanker paru adalah kondisi ketika sel-sel di paru-paru tumbuh secara abnormal. Penelitian baru menunjukkan bahwa tes napas sederhana yang disebut Na-Nose dapat digunakan untuk mendeteksi kanker paru-paru pada tahap awal.

Pengembang teknologi berharap dapat memperluas penggunaannya untuk mendeteksi tanda-tanda awal penyakit serius lainnya, termasuk Parkinson, penyakit ginjal, penyakit hati, Alzheimer, dan multiple sclerosis (MS).

3. Gagal Ginjal

Gagal ginjal adalah kondisi kesehatan yang serius di mana salah satu atau kedua ginjal berhenti berfungsi. Ini dapat disebabkan oleh kondisi medis seperti diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi. Para peneliti telah menemukan bahwa jejak napas mengandung amonia yang mengindikasikan gagal ginjal.

Berdasarkan temuan ini, para ilmuwan dari University of Illinois telah mengembangkan sebuah perangkat sekali pakai yang dapat mendeteksi jejak napas dari gagal ginjal.

“Dalam pengaturan klinis, dokter menggunakan instrumen besar, pada dasarnya seukuran meja besar, untuk mendeteksi dan menganalisis senyawa ini. Kami ingin membagikan chip sensor murah kepada pasien sehingga mereka dapat menggunakannya,” kata Ying Diao, pemimpin tim yang mengembangkan teknologi tersebut.

4. Diabetes

Berdasarkan penelitian, pasien diabetes diketahui memiliki bau yang mirip dengan buah-buahan. Hal ini disebabkan oleh ketoasidosis yang terjadi ketika tubuh kekurangan insulin atau insulin tidak bekerja secara efektif.

Ketoasidosis adalah kondisi yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan tubuh membakar lemak sebagai sumber energi yang menyebabkan produksi keton yang meningkat di dalam tubuh.

5. Gagal Hati

Jika fungsi hati seseorang terganggu atau menurun, beberapa racun dan zat pencemar bisa menumpuk di urine, keringat, dan napas. Hal ini dapat menyebabkan bau ikan mentah, yang sering dikaitkan dengan gagal hati.

Sumber: Antara

Advertisement