BMKG Ungkap Sejumlah Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Ilustrasi hujan petir/ IST

jakarta – Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan ada beberapa faktor pemicu potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Dalam hal faktor global, termasuk El Nino, lembaga meteorologi itu menyebut kondisinya tidak signifikan. “Dalam skala global, nilai SOI (Southern Oscillation Index), IOD (Indian Ocean Dipole), dan Nino 3.4 tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap curah hujan di wilayah Indonesia,” menurut BMKG.

Sementara, faktor lokal menunjukkan dinamika. Pertama, Madden Julian Oscillation (MJO) aktif pada kuadran 6 (Western Pacific), “menunjukkan kondisi yang signifikan untuk Indonesia.”

MJO adalah anomali sirkulasi atmosfer daerah tropis berskala besar yang menyebar ke timur dari atas Samudra Hindia Barat, dan bergerak dengan kecepatan sekitar 5-10 meter per detik dengan durasi 30 – 60 hari.

Kedua, gelombang atmosfer Rossby Ekuator diprakirakan aktif di Kalimantan bagian utara dan Sulawesi bagian utara.

Ketiga, Gelombang Kelvin tidak aktif di RI. Gelombang ini merupakan fenomena atmosfer yang memiliki arah penjalaran mirip seperti MJO, yaitu ke arah timur, namun dengan periode gelombang jauh lebih pendek, yakni 2,5 hingga 20 hari.

Keempat, terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Aceh, Riau, Kep. Riau, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku.

 

 

 

 

 

Advertisement