Polisi Dipercaya Lagi!

HUT Bayangkara ke-77 diperingati di GBK. Kapolri Listyo Sigit minta maaf pada masyarakat.

KEMARIN ada berita mengharukan sekaligus membanggakan. Di depan Presiden Jokowi Kapolri Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo dengan suara bergetar minta maaf pada masyarakat atas kelakuan buruk oknum-oknum polisi selama ini. Kasus Irjen Sambo memang bikin ambleg kepercayaan rakyat pada polisi. Tapi berkat sikap tegak lurus Menko Polhukam Mahfud MD – Kapolri Listyo Sigit, kejahatan Ferdy Sambo gagal dibelokkan, dan kini berdasarkan survei Indikator Politik kepercayaan publik pada polisi merayap naik lagi sampai 76,4 persen.

Kasus Ferdy Sambo memang tragis dan ironis. Ketika Kapolri Listyo Sigit sedang getol menggelorakan “Hugeng Award” 1 Juli 2022, eh……tanggal 8 Juli berikutnya Irjen Ferdy Sambo tembak mati anak buah sendiri. Awalnya kasus ini dibelokkan ke tembak menembak sesama anak buahnya di rumah dinas Polri Duren Tiga. Tapi dalam persidangan terungkap, otaknya justru Ferdy Sambo sendiri. Yang kasihan bawahan dan atasan dia, tadinya mau menolong dengan menutupi kejadian sebenarnya, eh malah ikut dipecat dan masuk penjara pula. Ibarat mau menolong teman tenggelam, malah ikutan klelep sekalian.

Ketika kasus Sambo meledak, di mana publik jadi tahu bahwa selama ini banyak polisi yang pating penthalit melupakan jatidirinya sebagai bayangkara negara, sehingga kepercayaan publik pada Polri tinggal 54 persen. Sampai-sampai ada calon mertua ipat-ipat (bersumpah), jangan sampai punya mantu polisi dan anak-anaknya jangan sampai pula jadi polisi. Apa boleh buat, rakyat jadi membenci polisi, lebih benci ketimbang pada “polisi tidur” yang bikin perjalanan pengendara mobil-motor tidak nyaman.

Polisi nakal sebetulnya sudah ada sebelum kasus Sambo. Tapi ulah eks Kadiv Propam Polri ini bikin kepercayaan masyarakat jadi rontok, macam pohon mangga dikasih terasi pada batangnya. Ternyata dia ini ibaratnya maling teriak maling. Ketika masih menjabat, wihhhh……gayanya! Akan menindak tegas setiap anggotanya yang mencoreng institusi Polri, padahal……dia sendiri malah jadi aktornya. Mulut sama hatinya tidak sinkron, ngrujak sentul karena mulut ngalor hatinya ngidul!

Setelah bandingnya ditolak di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, kini terdakwa Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma‘ruf mengajukan kasasi ke MA. Kapan vonisnya dibacakan, belum jelas.Yang pasti khusus untuk Ferdy Sambo publik berharap vonis PT Jakarta diperkuat, jangan lagi bisa ditawar dari mati ke seumur hidup. Begitu juga bila nantinya Ferdy Sambo mengajukan PK, manusia macam dia unfaedah. Biarkan saja Komnas HAM mencak-mencak karenanya.

Ironisnya, ketika peradilan Ferdi Sambo Cs masih berproses, kasus-kasus kenakalan polisi masih muncul di sana sini. Selain eks Kapolda Sumbar yang terlibat jual beli narkoba hasil sitaan, ada 11 polisi kelas bawahan yang tergiur gurihnya duit narkoba, sehingga membantu kejahatan Teddy Minahasa. Tentu saja kesebelasan narkoba itu ikutan jadi terdakwa gara-gara menggolkan bisnis  jendral yang amoral.

Di tempat lain ada pula AKP SW eks Kapolsek Mundu Cirebon, tega-teganya peras anak tukang bubur Rp 310 juta agar anaknya bisa masuk Polri. Mungkin SW mengira tukang bubur ini kaya juga seperti sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Dan paling ombyokan adalah, polisi nakal yang kerjanya “lapan anem” pada urusan tilang menilang. Memang uang recehan sih, tapi tetap saja menurunkan citra Polri.

Oleh karenanya, dalam Hari Bayangkara ke-77 di gedung GBK kemarin, Presiden Jokowi meminta institusi Kepolisian Negara RI terus berbenah diri. Transformasi diperlukan supaya kewenangan besar bisa digunakan secara benar untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Tak boleh lagi ada hubungan patron di internal institusi tersebut. Institusi Polri ibaratnya sapu lidi. ”Masing-masing lidi harus bersih, lurus, dan kuat yang diikat semangat kesatuan dan sinergitas.” Kata Presiden.

Kapolri Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai suh (pengikat sapu) Polri sungguh tersindir oleh pidato Presiden. Karenanya dengan suara bergetar, di depan Presiden Jokowi beliaunya minta maaf kepada masyarakat, atas perilaku buruk oknum-oknum polisi selama ini. Percayalah, polisi terus bebenah sehingga jiwa dan semangat Hugeng Imam Santosa akan tertanam dalam sanubari semua anggota bayangkara negara.

Alhamdulillah,  berkat kerja keras Kapolri – Menko Polhukam, lambat laun citra polisi kini membaik kembali. Hasil survei Indikator Politik menyebutkan, kepercayaan rakyat pada polisi yang ngedrop sampai 54 persen, kini merambat naik sampai ke 76,4 persen. Semoga tambah menigkat. Rakyat butuh polisi yang disegani, bukan ditakuti. Semoga tak ada lagi pemeo: lapor kehilangan kambing, malah kandangnya hilang pula. (Cantrik Metaram)

Advertisement