Banjir Bandang Landa Oku Selatan, Tiga Warga Hanyut dan Enam Kecamatan Terdampak

Ilustrasi Banjir di Kota Batu (6/11). Musim penghujan ditambah dampak La Nina dan aksi perambahan hutan bakal berpotensi meningkatkan bencana banjir dan longsor November hingga Ferbuari nanti.

OKU SELATAN- Bencana banjir bandang melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan, dan menyebabkan warga di enam kecamatan wilayah tersebut terdampak.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan dapun wilayah yang terdampak meliputi; Desa Ulak Pandan di Kecamatan Kisam Tinggi. Berikutnya Desa Wai Gugur, Desa Simpang Pendagan, Desa Rengas, Desa Tangsi Bawah, Desa Kisau dan Desa Talang Bandung di Kecamatan Muaradua. Selanjutnya Desa Lawang Agung di Kecamatan Muaradua Kisam, Desa Madura di Kecamatan Buay Sandang Aji, Desa Tekana di Kecamatan Buana Pemaca dan di Kecamatan Runjung Agung.

Dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan juga melaporkan kerugian material meliputi dua rumah hanyut, dua jembatan hanyut dan sebanyak 202 rumah warga terendam banjir dengan tinggi muka air (TMA) 60 sentimeter. Di samping itu, lahan pertanian seluas empat hektare juga terendam banjir.

Laporan yang diterima Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari BPBD OKU Selatan, bahwa peristiwa banjir bandang itu terjadi pada Rabu (5/7) setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam durasi yang cukup lama dan memicu luapan sungai Saka dan sungai Selabung.

Laporan terakhir yang diterima Pusdalops BNPB pada Rabu (5/7) pukul 22.46 WIB, banjir terpantau berangsur surut di Kecamatan Muaradua Tangsi. Namun, di wilayah Kecamatan Kisam Tinggi, debit air masih cukup tinggi.

Sementara itu, Kasie Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Selatan, Heri Pramono melaporkan tiga orang warga hanyut, dua berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat namun satu jiwa ditemukan dengan kondisi meninggal dunia.

Selain satu orang warga meninggal dunia, sebanyak 202 KK/457 jiwa turut terdampak atas bencana ini. Adapun beberapa warga yang sebelumnya sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Advertisement