BAYI gemuk sehat memang lucu. Tetapi jika kegemukan itu di luar standar usianya, justru jadi masalah dan lama-lama jadi musibah. Misalnya yang baru saja terjadi, bayi M. Fadjri kelahiran tahun 1977, yang meninggal di RSCM 22 Juni lalu, saat penguburan saja harus pakai alat berat karena bobotnya sampai 300 Kg. Dan ternyata penderita obesitas di Indonesia itu ombyokan banget. Di Bekasi tercatat 1.440 anak, Tangerang 20.000 orang dan Blitar (Jatim) tercatat 109 anak.
Ada yang bilang, gemuk adalah lambang kemakmuran, ya belum tentu! Sebab orang yang punya bakat gemuk, jarang makan pun tetap gemuk. Sebaliknya yang bakat kurus, meski sehari makan 3-4 kali sampai perut njebret (buncit) ya tetap kurus macam triplek 6 mili. Yang kasihan para gadis, jika kegemukan disebut macam gulungan kasur, yang kurus disebut kutilang darat alias kurus kering dada rata!
Sebenarnya masalah stunting dan obesitas erat kaitannya dengan asupan gizi. Yang gizinya berlebih menjadikan anak obesitas (terlalu gemuk), sedangkan yang kurang gizi menyebabkan pertumbuhan badan masuk kategori stunting (baca: kuntet). Karenanya bisa dimaklumi, jika anak susah makan orangtua menjadi cemas. Takutnya, selain kurus nantinya bisa terkena stanting. Tak usah cemas, Jokowi di masa bocahnya juga susah makan. Tetapi faktanya dia tetap tinggi dan di masa tuanya malah menjadi presiden!
Di era milenial balita dan anak-anak menderita obesitas banyak sekali. Beda dengan jaman kolonial dulu, orang kegemukan tak sebanyak sekarang. Di samping piranti publikasi masih terbatas sekali, ekonomi rata-rata rakyat Indonesia pas-pasan, makan susah karena makanan terbatas. Makan daging kambing kalau tetangga meninggal atau pas Idul Adha, makan ayam goreng baru kalau ada pitik angop (ayam sakit).
Di era milenial, makanan melimpah sejak Orde Baru. Apa lagi setelah reformasi dewasa ini, makanan enak tinggal beli online. Anak-anak makan ayam goreng Kentucky bisa setiap hari. Makanan-minuman berpemanis atau junk food, begitu mudah dibeli. Dampaknya apa? Data Kemekes Maret 2021 menyebutkan,  1 dari 3 orang dewasa Indonesia mengalami obesitas, sementara 1 dari 5 anak usia 5-12 tahun mengalami hal yang sama.
Menurut dr. Cut Putri Arianie, M.H.Kes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kemenkes, Obesitas di Indonesia mengkhawatirkan lonjakannnya. Karena Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 juga menunjukkan bahwa tren masalah berat badan pada orang dewasa Indonesia telah mengalami peningkatan hampir dua kali lipat, dari 19,1 persen pada 2007 hingga 35,4 persen pada 2018.
Apa sih sebetulnya obesitas itu? Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan obesitas sebagai akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan, yang dapat mengganggu kesehatan. Bagi masyarakat Asia, seseorang mengalami obesitas jika memiliki indeks massa tubuh (IMT) di atas angka 25. Kenapa bisa terjadi akumulasi lemak yang berlebihan? Bisa karena pola makan, bisa pula karena kurang olahraga. Karenanya habis makan siang jangan tidur, kecuali asupan kalori yang cukup  itu diimbangi dengan kegiatan yang membuat tubuh aktif bergerak.
Untuk pencegahan stunting, pemerintah telah mengeluarkan anggaran sampai Rp 44,8 triliun. Sedangkan untuk obesitas, sepertinya belum menjadi skala prioritas. Padahal jika mau meniru Jepang, asyik juga tuh. Di sana, sejak tahun 2008 telah diterapkan Metabo Tax. Semua usaha bisnis diwajibkan secara berkala mengukur pinggang karyawan-karyawatinya. Apabila perusahaan tidak dapat memenuhi standar yang telah ditentukan, pemerintah akan mengenakan denda pajak. Hasilnya, pada 2021 angka penderita obesitas hanya berkisar 4,3 persen.
Sesungguhnya paling sensitip dengan ancaman obesitas adalah kaum wanita, terutama yang masih gadis. Dia akan melakukan diet dan usaha segala macam demi tubuh tetap ideal dipandang mata. Untuk yang sudah menikah biasanya kurang peduli, dengan prinsip yang ditujukan ke suami: gelem ngene ora gelem ya ngene (mau begini, nggak mau ya begini)! Padahal bagi ibu rumahtangga yang merasa kegemukan, untuk menguruskan tubuh mudah sekali. Suruh saja suami poligami, tak sampai 6 bulan istri pasti langsung kurus. (Cantrik Metaram)





