Mengulik Potensi Desa Wisata Wukirsari

Potensi Desa Wisata Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. (Foto: jogjaprov.go.id)

BANTUL – Desa Wukirsari memiliki kekayaan budaya dan tempat wisata menarik, seperti Embung Imogiri yang berbentuk seperti gunungan wayang dan Bukit Bego yang menawarkan pemandangan panorama indah. Jika kita memasuki desa dari arah barat, kita akan melihat hamparan persawahan dengan latar belakang perbukitan.

Desa Wukirsari terletak di Kepanewon atau Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Jaraknya sekitar 17 kilometer (km) dari pusat Kota Yogyakarta, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Untuk mencapai desa ini, kita harus mengikuti ring road hingga mencapai perempatan Terminal Giwangan, lalu berbelok ke selatan melalui Jl Imogiri Timur, sekitar 18 km. Sebelum Pasar Imogiri, kita harus berbelok kiri menuju Jl Pramuka di arah timur. Kemudian, akan ada gapura dengan hiasan gunungan wayang yang menandai masuknya ke Desa Wukirsari.

Di samping keindahan alam dan kekayaan budaya, kita juga bisa menemukan produk-produk ekonomi kreatif dari masyarakat sekitar. Potensi-potensi ini menjadi modal bagi Desa Wisata Wukirsari untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berkelanjutan.

Salah satu daya tarik di Wukirsari adalah sentra batik tulis di Kampung Giriloyo, yang sering dikunjungi oleh berbagai sekolah dan kampus untuk mempelajari tentang batik. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai perajin batik.

Namun, pandemi Covid-19 berdampak pada kunjungan tamu ke Kampung Giriloyo. Pada 2020, kunjungan wisata ke sentra batik Giriloyo Wukirsari berjumlah sekitar 4.000 orang, mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 29 ribu orang.

Namun, bersama dengan seluruh anggota desa, yang mayoritas adalah perempuan (sekitar 80 persen), Desa Wukirsari terus berusaha untuk pulih. Pada 2022, jumlah kunjungan ke Wukirsari meningkat menjadi sekitar 24 ribu orang.

Pihak pengelola Desa Wisata Wukirsari, Nur Rahmadi, berharap tahun ini jumlah kunjungan wisata dapat meningkat, terutama dengan penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia, yang akan menambah catatan prestasi Desa Wukirsari, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pemerintah dan pihak swasta memberikan dukungan sebagai bapak asuh dalam upaya pembentukan klaster kriya, wisata, dan budaya, serta penggunaan sistem digitalisasi di Desa Wukirsari.

“Bersama dengan 75 desa wisata lainnya, Desa Wukirsari harus siap bersaing di kancah global,” kata Menparekraf RI, Sandiaga Uno, dilansir dari Indonesia.go.id.

Sandiaga berharap, pengembangan ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan hingga lebih dari 30 ribu dalam satu tahun, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai perputaran uang dari Rp1,3 miliar menjadi Rp2 miliar, sehingga dapat mendukung program Kemenparekraf untuk membuka 4,4 juta lapangan kerja baru pada tahun 2024.

Ia mengakui bahwa kontribusi DIY terhadap capaian target nasional telah cukup signifikan. Dari target 1,4 miliar kunjungan wisatawan nusantara pada tahun 2023, DIY telah menyumbang sesuai target, yaitu antara 5 hingga 7 persen pada triwulan pertama. Selain itu, kunjungan wisatawan asing juga mulai meningkat.

Kunjungan Sandiaga ke lokasi desa wisata menunjukkan komitmen yang kuat untuk mengembangkan desa wisata. Dengan melihat langsung potensi yang dimiliki oleh desa wisata, pemerintah dapat memberikan intervensi dengan cepat, baik berupa kebijakan maupun sarana.

Pada kunjungan ke Desa Wisata Wukirsari, Sandiaga memberikan bantuan berupa Handy Talky (HT). Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, berpendapat bahwa status desa wisata kelas dunia akan memberi banyak keuntungan karena akan dipromosikan ke dunia internasional.

Hal ini akan meningkatkan peluang untuk dikunjungi oleh wisatawan asing, yang pada gilirannya akan membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan warga setempat.

Namun, predikat desa wisata kelas dunia ini harus diimbangi dengan peningkatan sarana dan pelayanan sesuai dengan standar kelas dunia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi hal yang penting agar para wisatawan asing merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.

Predikat desa wisata kelas dunia ini harus menjadi keuntungan nyata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sesuai kebijakan Pemerintah Kabupaten Bantul, yang menetapkan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan bersama sektor industri kreatif dan pertanian.

Advertisement