Program YES Dompet Dhuafa Bimbing Aira hingga Masuk Kampus Impian

BANTUL – Program YES (Youth Ekselensia Scholarship) Dompet Dhuafa pada tahun 2023  telah melepas dan mewisuda sekitar 50 Penerima Manfaat Program YES angkatan pertama yang telah berhasil meraih impiannya berkuliah di PTN.

Salah satu di antaranya adalah Aira Vischida Ramadhani, siswa SMAN 2 Bantul yang berhasil meraih jurusan impian, yakni jurusan Teknologi Industri Pertanian di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Aira pun membagikan kisah perjalanannya bersama Program YES kepada Dompet Dhuafa, untuk bisa menjadi mahasiswa di kampus impiannya.

Aira merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Kini Aira hanya hidup dengan satu orang tua, yakni ibunya yang bekerja sebagai wiraswasta. Kondisi ini dijalani Aira sejak ayahnya meninggal dunia pada usia Aira yang masih sangat muda, yakni 7 tahun.

Saat mulai duduk di bangku kelas XII SMA, Aira merasa dirinya perlu mendapatkan bimbingan untuk bisa lolos menjadi mahasiswa di kampus idaman karena dia bingung menentukan jurusan apa yang harus dipilih.

“Saya pun masih bingung dengan jurusan kuliah yang sesuai dengan minat dan bakat saya. Pada akhirnya, saya menemukan Program YES Dompet Dhuafa dari guru, dan mendaftar dengan penuh semangat. Alhamdulillah saya menjadi salah satu siswa yang terpilih menjadi Penerima Manfaat Program YES,” aku Aira kepada Dompet Dhuafa.

Selama menjalani Program YES, Aira mengaku sangat terbantu dalam mengembangkan kemampuannya, baik itu dalam bidang akademis, spiritual keagamaan, hingga berani menjadi pemimpin.

“Dalam bidang belajar, saya merasa banyak dibantu oleh Program YES, dibimbing dalam belajar, dijelaskan materi yang belum paham, serta disediakan sarana untuk mendukung semangat belajar saya. Dalam bidang tahfiz dan tahsin, saya menjadi bersemangat untuk mengulang hafalan yang sudah pernah saya miliki dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an, serta saya mulai rajin menghafalkan hadis sesuai target yang diberikan Mbak Ica sebagai mentor saya.”

Ditambahkannya, dalam bidang kepemimpinan (leadership), dia sangat merasakan pengembangan diri. Mulai dari ditunjuk untuk berani memimpin suatu acara, membuat berbagai event yang tujuannya untuk melatih jiwa organisasi, dan dilatih untuk bisa bertanggung jawab dalam semua hal.

Perjalanan Aira untuk meraih kampus impiannya pun tidak serta merta mulus. Ia menghadapi berbagai rintangan hingga penolakan di berbagai jalur masuk PTN. Namun tekadnya untuk berkuliah tak sedikit pun meluntur. Aira mengaku, berkat pendampingan dari mentor Program YES, ia mampu melalui rintangan-rintangan tersebut dan tetap gigih untuk bisa masuk ke PTN idamannya.

Advertisement