PAPUA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy turun menyalurkan bantuanĀ kepada warga terdampak bencana kekeringan dan cuaca dingin ekstrem di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Rabu.
Kepala BNPB Suharyanto menyebut bantuan tersebut diserahkan langsung kepada perwakilan warga secara simbolis, disaksikan Bupati Puncak Willem Wandik beserta jajaran di Terminal Kargo, Bandara Mozes Kilangin, Timika.
Adapun rincian bantuan logistik yang diserahkan itu berupa 50 ton beras, 10.000 kemasan makanan siap saji, 3.000 kemasan rendang,Ā 3.000 kantong susu protein dan 3.000 paket sembako.
Kemudian untuk peralatan meliputi 2.000 tenda gulung, 10.000Ā selimut, 2.000 matras, 2.000 kasur lipat, 2.000 pakaian anak, 2.000 pakaian dewasa, 4 unit tenda pengungsi, 20 genset listrik,Ā dan 3 motor trail.
Bantuan dari pemerintah pusat itu akan diterbangkan menuju Distrik Agandugume menggunakan pesawat Cessna 208 Caravan dengan daya angkut hingga 900 kilogram. Adapun Distrik Agandugume dipilih mengingat titik tersebut menjadi lokasi terdekat dengan wilayah terdampak paling parah.
āKarena (Distrik Agandugume) itu yang lebih dekat. Walaupun setiap hari hanya bisa satuĀ sortieĀ (penerbangan) tergantung cuaca. Dan itu sekali angkut ada 900 kilogram,ā ujar Suharyanto.
Lebih lanjutĀ Suharyanto mengatakan BNPB terus berkomitmen untuk membantu warga terdampak, baik dari logistik dan peralatan hingga pendistribusiannya. Melalui dukungan tersebut Kepala BNPB meyakinkan kepada masyarakat yang terdampak bahwa seluruh kebutuhan logistik akan dipenuhi.
āDukungan Ini akan dilakukan terus menerus. BNPB selama masa tanggap darurat ini akan membantu baik logistik maupun pengangkutan,ā kata Suharyanto, dilansir Antara.



