BMKG Imbau Warga Pesisir Waspadai Banjir Rob akibat Bulan Purnama 

Ilustrasi Sejumlah wilayah di Jakarta Utara dan sepanjang Pantura mengalamia banjir rob sejak Juamt lalu (4/6) akibat pengaruh bulan purnama dan pasang laut akibat hembusan angin kencang.

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menghimbau kepada penduduk yang tinggal di wilayah pesisir untuk tetap waspada mengenai ketinggian pasang air laut akibat kombinasi dari fase bulan purnama atau full moon dan perigee, yaitu titik terdekat bulan dengan bumi.

Eko Prasetyo, Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, mengungkapkan bahwa pada 30 Agustus 2023, fenomena fase bulan purnama berpotensi meningkatkan tinggi air laut maksimum.

Melalui pemantauan data level air dan prediksi pasang surut, kemungkinan banjir pesisir atau rob air laut dapat terjadi di beberapa daerah pesisir di Indonesia, termasuk pesisir Sumatra Barat, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Banten, pesisir utara DKI Jakarta, dan pesisir Jawa Barat.

Daerah lain yang perlu mewaspadai adalah pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Kalimantan Timur, pesisir Maluku, pesisir Maluku Utara, pesisir Sulawesi Utara, dan pesisir Papua Selatan.

“Tingkat potensi banjir pesisir atau rob air laut berbeda-beda, baik dari segi waktu (hari dan jam) maupun lokasi di setiap wilayah. Hal ini pada umumnya akan mempengaruhi aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar pelabuhan dan pesisir,” kata Eko dilansir dari Antara.

Dampak dari banjir rob meliputi aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kehidupan di permukiman pesisir, serta aktivitas pertanian tambak garam dan perikanan darat.

Sebagai contoh, di pesisir Kota Padang, Sumatra Barat, diperkirakan akan terjadi rob air laut antara 31 Agustus hingga 3 September 2023.

Di pesisir Kota Batam, Kepulauan Riau, periode potensi rob akan berlangsung dari 30 Agustus hingga 5 September 2023. Di pesisir Bintan dan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, akan terjadi pada periode masing-masing.

Sedangkan di DKI Jakarta bagian utara, pesisir utara Jawa Barat, Jawa Timur, Surabaya Barat, dan Bali, juga memiliki rentang waktu yang berbeda untuk memperhatikan potensi rob air laut.

Masyarakat diimbau untuk selalu berada dalam kewaspadaan dan siaga guna mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut, serta mengikuti pembaruan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan oleh BMKG melalui sumber resmi yang ada.

Advertisement