Bantu Penanganan Karhutla, BPBD Babel Aktifkan Kembali Satgas Covid-19

Ilustrasi/OkeTimes

PANGKALPINANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah mengaktifkan kembali Tim Satgas Covid-19 untuk mengambil peran dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mungkin terjadi selama musim kemarau puncak tahun 2023 di wilayah tersebut.

Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Mikron Antariksa, menjelaskan bahwa pengaktifan kembali Tim Satgas Covid-19 ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Pengaktifan Satgas Covid-19 ini untuk mengoptimalkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” kata Mikron di Pangkalpinang, Senin (4/9/2023) malam.

Tim ini terdiri dari anggota TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait lainnya yang akan melakukan kampanye mengenai risiko kebakaran kepada masyarakat, sekaligus menangani insiden kebakaran lahan, hutan, dan bangunan di tujuh kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur, dan Kota Pangkalpinang.

Mikron menambahkan, keberadaan Tim Satgas Covid-19 yang telah diaktifkan kembali akan membantu percepatan penanganan karhutla di seluruh wilayah lintas kabupaten dan kota.

“Kami memiliki masyarakat peduli api dan dengan diaktifkan kembali satgas ini tentunya penanganan karhutla lintas kabupaten dan kota akan semakin cepat,” ujarnya seperti diberitakan Antara.

Ia juga menyoroti bahwa dalam kondisi saat ini yang cenderung mengalami kekeringan, peran babinsa, petugas desa, dan kelurahan sangat penting dalam melakukan pemantauan, sosialisasi, serta penyuluhan kepada warga agar tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau, mengingat tindakan sembrono seperti membuang puntung rokok dan sampah dapat memicu timbulnya kebakaran dan peningkatan titik panas.

“Kondisi saat ini sudah mengalami kekeringan, sehingga masyarakat tidak membuang puntung rokok dan sampah sembarangan, karena akan memicu terjadi kebakaran dan penambahan titik panas,” katanya.

Mikron berharap bahwa Tim Satgas Covid-19 bersama dengan petugas desa dan babinsa akan melakukan rapat rutin setiap dua minggu untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan karhutla.

Selain itu, di setiap kabupaten dan kota juga sudah tersedia dinas kebakaran, satpol pp, dan berbagai instansi terkait lainnya yang akan diaktifkan jika terjadi kejadian kebakaran hutan, lahan, atau bangunan.

Advertisement