JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Jakarta bersama jajaran Walikota Jakarta Utara melangsungkan rapat koordinasi untuk membahas Jakarta Beraksi (Bergerak Atasi Stunting) yang akan diselenggarakan di Kecamatan Penjaringan Kelurahan Pejagalan dengan sasaran 33 anak balita gizi kurang, pada Rabu (20/9).
Program Jakarta Beraksi ini diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang berfokus pada penanggulangan stunting dan Tuberkulosis (TBC) pada anak.
“Pada kesempatan ini LKC ikut terlibat dalam Jakarta Beraksi atau Bergerak Atasi Stunting, kita berkolaborasi dengan Pemerintah, dalam hal ini kita bergerak sebagai aggregator pelaksana program Jakarta Beraksi,” ujar Sari Bunga sebagai Kepala LKC Jakarta.
Sementara Muhammad Andri selaku Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Utara menegaskan kolaborasi bersama dengan Non Government Organization (NGO) ini merupakan pembelajaran untuk rancangan APBD ke depan, sehingga tim di lapangan sudah dapat melaksanakan aktifitas secara maksimal dengan mengidentifikasi kemungkinan kendala yang terjadi di lapangan.
Koordinasi yang berjalan hari ini menghasilkan perencanaan lebih lanjut, diantaranya kick off pelaksanaan akan dilangsungkan pada pekan ke-4 bulan September dan di bulan Oktober, selanjutnya di bulan Oktober aktifitas pemberian makanan balita dan edukasi keluarga sudah akan berjalan sampai dengan 90 hari ke depan.





