Bencana Kabut Asap, Pemkab Banjarmasin Terapkan Sekolah dari Rumah

BANJARMASIN – Kegiatan belajar mengajar siswa di Banjarmasin terganggu dan terpaksa diliburkan akibat bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Sejumlah pemerintah daerah terpaksa menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan mengurangi jam belajar untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan siswa.

Di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pemerintah kota setempat menetapkan status siaga darurat kabut asap. Seiring diberlakukannya status tersebut, Pemkot Banjarmasin memutuskan menerapkan PJJ bagi siswa tingkat PAUD hingga SMP pada 4-7 Oktober 2023

“Pemerintah Kota Banjarmasin memandang serius fenomena bencana kabut asap saat ini, hingga memutuskan status siaga darurat kabut asap,” ujar Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkot Banjarmasin Machli Riyadi di Banjarmasin, Rabu (5/10/2023).

Menurut dia, Pemkot Banjarmasin telah melaksanakan rapat koordinasi penanggulangan kabut asap karhutla bersama unsur Forkopimda hingga memutuskan status siaga darurat hingga 30 Oktober 2023.

Dari Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, terdapat sebanyak 31 titik api di wilayah Kota Banjarmasin.
“Terlebih ada beberapa wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten tetangga, seperti Batola dan Banjar, yang rentan sekali terdampak kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin menyampaikan, saat ini ada kecamatan yang paling terdampak kabut asap, yaitu Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin Selatan, dan Banjarmasin Timur.

“Kawasan ini memang yang berbatasan dengan daerah tetangga dengan sumber titik api kebakaran paling terdampak. Nah kami mengambil langkah awal dengan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah jika tidak perlu sekali,” katanya.

Advertisement